Harga Elpiji 3 Kg Melambung, Pedagang Kecil di Dairi Menjerit

Marzuki mengaku, pendapatan bersihnya dari berjualan molen rata-rata Rp50 ribu per hari. Bila harga gas elpiji turun, tentu sangat berdampak.

TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Pedagang batagor di depan markas Koramil 02/Sidikalang terlihat menggunakan gas elpiji 3 kg sebagai modal memasak batagor sehari-hari, Rabu (16/10/2019). 

Padahal, sambungnya, menurut ketentuan SK Bupati Dairi No 565/540/VIII/2017 tanggal 24 Agustus 2017 tentang Penetapan HET Liquaefied Petroleum Gas (LPG) Tabung 3 Kg, HET gas elpiji 3 kg untuk tingkat pangkalan Rp17 ribu per tabung.

"Elpiji 3 kg itu adalah barang subsidi pemerintah, yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Tata niaganya diatur undang-undang. Tidak bisa suka-suka seperti yang dilakukan PT MKG," kata Simbolon.

Robinson menambahkan, berdasarkan hasil penelusuran mereka, PT MKG telah membentuk sedikitnya enam pangkalan baru elpiji 3 kg di Dairi tanpa sepengetahuan pemerintah daerah.

Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Dairi, Carlos Situmorang mengaku belum tahu kenyataan ini. Kata dia, itu merupakan kewenangan Pertamina, dan tim pengawas migas Kabupaten Dairi hanya mengawasi sampai level pangkalan.

"Bila ada pelanggaran dari agen ataupun pangkalan, Pertamina yg akan memberi sanksi sesuai dengan perjanjian antara Pertamina, agen, dan pangkalan," terang Carlos kepada Tribun Medan melalui pesan Whatsapp, Rabu (16/10/2019) sore.

Dikatakannya, tim pengawas dalam waktu dekat ini akan turun ke lapangan untuk menyelidiki.

"Bila ditemukan ada agen atau pangkalan yang bandel, tim pengawas akan segera melaporkannya kepada pihak Pertamina," pungkasnya.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved