Warga Terpaksa Melintasi Ladang Sawit, Jembatan di Desa Marumbun Ambles
"Sudah beberapa bulan berlalu, jembatan utamanya pun enggak selesai juga. Padahal waktu itu sudah datang juga Gubernur Sumut ke sini," kata Sumiati.
SIMALUNGUN,TRIBUN-Akses penghubung Kota Pematangsiantar-Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun putus total. Pasalnya, jembatan bailey yang ada di Desa Marumbun Jaya, Kabupaten Simalungun ambles.
Dinding tebing yang selama ini menjadi penyangga longsor karena terkikir air.
"Bukan sekali aja ini kejadian. Sudah beberapa kali jalan penghubung di sini putus," kata Sumiati, seorang warga yang melintas, Kamis (17/10).
Wanita paruh baya ini bilang, pada April 2019 lalu sempat terjadi kejadian serupa. Kemudian, dibangunlah jembatan pengganti.
"Sudah beberapa bulan berlalu, jembatan utamanya pun enggak selesai juga. Padahal waktu itu sudah datang juga Gubernur Sumut ke sini," katanya.
Lantaran tak bisa lewat dari jembatan, warga pun terpaksa melintas dari perladangan sawit yang ada di sekitar lokasi.
"Rawan kali memang di sini. Kalau hujan deras, takut juga kami ambruk," ungkap warga. Sejumlah masyarakat yang ada di lokasi juga menyampaikan komentar serupa.
Kata masyarakat, pemerintah terkesan tidak serius memperbaiki jembatan utama yang roboh beberapa bulan silam.
"Saat kejadian April 2019 lalu, sudah sempat dipasangi pinggir aliran air ini pakai bronjong. Mungkin karena enggak kuat, makanya gampang hancur sewaktu tersapu air," terang warga.
Mereka pun berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Sebab, Desa Marumbun Jaya adalah akses utama penghubung antara Kota Pematangsiantar dengan Tanah Jawa. Jika akses jalan ini tidak diperbaiki, tentu masyarakat harus memutar jauh untuk ke lokasi tujuan.
"Segeralah diperbaiki. Kalau bisa beronjong yang ada di pinggir tebing dibuat lebih bagus lagi," kata warga. Terpisah, Kapolsek Tanah Jawa, Kompol H Panggabean mengatakan amblesnya jembatan bailey di Desa Marumbun Jaya itu terjadi pukul 14.00 WIB. Sebelum jembatan ambles, air begitu deras mengalir di bawah jembatan.
"Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan air meluap. Saat volume air meningkat, pinggiran tebing terkikis," kata Panggabean. Ia mengatakan, karena kondisi jembatan tidak memungkinkan untuk dilintasi, maka polisi meminta masyarakat mencari jalur alternatif lain.
"Jika air tidak deras, maka hanya kendaraan roda dua saja yang boleh melintas. Kendaraan roda empat harus memutar dari kebun sawit," kata Panggabean.
Sejauh ini, jembatan bailey di Desa Marumbun Jaya memang ditutup total sembari menunggu perbaikan dari pihak terkait.
"Kami imbau agar warga tidak melintasi jembatan itu sementara waktu," kata Panggabean. Dari amatan Tribun Medan, sejumlah warga yang rumahnya tak jauh dari jembatan bailey berkumpul di ujung jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jembatan_desa_marumbun_amblas.jpg)