Ngopi Sore

Kabinet Baru dan Langkah-langkah Catur Jokowi

Sejak mulai memanggil kandidat untuk mengisi komposisi menteri pada kabinet baru sampai pada pelantikannya, Jokowi seperti sedang bermain catur.

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Bagaimana tidak. Ada berapa langkah yang sungguh-sungguh terkesan ajaib. Pertama, siapa menyangka, usai duel sengitnya dengan Prabowo Subianto dalam Pemilu 2014 yang berkelanjutan pada hari-hari setelahnya sampai pemilu edisi berikutnya di 2019, ia justru mengajak Prabowo masuk kabinet.

Memang pernah ada contoh serupa. Dari waktu yang lampau sebutlah William Seward. Politisi Amerika yang merupakan "musuh" Abraham Lincoln. Setelah bertahun-tahun bertarung habis- habisan, Lincoln justru mengajak Seward masuk lingkaran kekuasaannya dan memberinya kursi menteri luar negeri.

Dari jarak masa yang lebih dekat ada Hillary Clinton. Kontestasinya memang belum sampai ke pemilu presiden. Nyonya Clinton bersaing dengan Barrack Obama untuk menjadi kandidat presiden Partai Demokrat. Obama menang, dan ketika ia memenangkan pemilu, Nyonya Clinton diajaknya. Juga sebagai menteri luar negeri.

Sebagai negara yang kerap usil mengurus urusan negara orang lain dan menempatkan diri di posisi sebagai polisi dunia, menteri luar negeri memang menjadi penting dalam kabinet Amerika Serikat.

Lebih dekat lagi tentu saja dari jiran kita, Malaysia. Permusuhan Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim menjadi kisah muram tersendiri dalam sejarah negeri ini. Keduanya, dua dekade lalu, merupakan kolega politik yang kental. Sohib politik yang sangat dekat. Mahathir perdana menteri dan Anwar deputi perdana menteri. Konon, Mahathir bahkan telah menyiapkan Anwar sebagai penerusnya.

Tak disangka perkawanan ini retak. Pecah kongsi. Anwar barangkali tak sabar menunggu tongkat estafet. Lalu melakukan pergerakan-pergerakan yang membuat Mahathir marah dan mulai menyingkirkan dan menjauhkan Anwar dari politik. Bahkan kemudian kemudian masuk bui. Bukan karena kasus politik. Bukan korupsi. Melainkan kasus ganjil yang oleh sebagian kalangan di Malaysia sampai sekarang diyakini cuma akal-akalan; pelecehan dan kekerasan seksual terhadap sesama jenis. Mahathir memilih penerus lain.

Namun kini, kita juga tahu, keduanya telah "berkawan" lagi. Atas nama kepentingan yang sama: menggulingkan Nazib Razak dari tampuk kekuasaan. Dan seperti dua dekade lalu, Mahathir kembali ke kursi perdana menteri dan Anwar Ibrahim menjadi kandidat suksesornya.

Apakah pergeseran-pergeseran sikap politik ini bisa dijadikan pembanding? Jawabannya iya dan tidak. Bisa iya karena medan tarungnya memang mirip. Tidak lantaran situasionalnya berbeda. Jokowi versus Prabowo tidak sama dengan Lincoln kontra Seward, Mahathir melawan Anwar Ibrahim, apalagi persaingan Obama dan Nyonya Clinton. Medan tarung Jokowi-Prabowo tidak berhenti pada politik.

Medan tarung mereka melipir jauh sampai ke sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia yang paling dalam. Mereka, boleh dibilang, telah membelah dua Indonesia. Di mana-mana, di alam nyata dan alam maya, ada Indonesia Jokowi dan Indonesia Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo, keluar dari kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo, keluar dari kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Dengan situasi seperti ini, jika melihatnya dari sudut pandang yang lugu, Jokowi seperti melakukan tindakan bunuh diri. Persis penilaian awal terhadap langkah pengorbanan ster dan pawn yang dilakukan Bobby Fisher. Jokowi seolah memberikan ruang yang besar dan lapang baginya untuk diserang. Apalagi jabatan Prabowo tidak main-main, Menteri Pertahanan.

Halaman
1234
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved