Sanghadana Kathinakala Sagin 2019, Penuh Momen Berharga Perjalanan Sangha
Perayaan Sanghadana Kathinakala Sangha Agung Indonesia (SAGIN) tahun 2019 ini memberi makna tersendiri bagi Umat Buddhayana di Sumatera Utara.
Di Wat Boworanives, Bhante Punnajato berdiam selama setahun yaitu tahun 2001. Selanjutnya, layaknya siswa Buddha, beliau berkeliling membabarkan Dharma sambil melatih diri. Tahun 2003, Bhante Punnajato kembali ke Indonesia, dan menjalani masa vassanya yang ke-empat di Wihara Vipassana Giri, Moro, Kepulauan Riau.
Masa Vassa Y.M.Biku Punnajato Mahathera dari Tahun 2000-2019
| Tahun | Tempat Vassa |
| 2000-2001 | Wat Bovoranives, Bangkok, Thailand |
| 2002 | Swe Oomin M.C., Yangon, Myanmar |
| 2003- 2004 | Vipassana Giri, Moro, Kepri |
| 2005 | Wat Thung Pho, Buriram, Thailand |
| 2006-2007 | Wihara Saddhavana, Sidikalang, Kab. Dairi |
| 2008 | Wihara Buddha Sujata, Medan |
| 2009 | Wihara Buddha Paduma, Binjai |
| 2010-2011 | Wihara Buddha Sujata, Medan |
| 2012-2013 | Wihara Buddha Paduma, Binjai |
| 2014-2015 | Wihara Tri Ratna, Tanjung Balai |
| 2016 | Wihara Tri Ratna, Tanjung Balai & Wihara Buddha Paduma, Binjai |
| 2017-2019 | Wihara Buddha Sujata, Medan |
Kegiatan Sanghadana Kathinakala 2019 juga menjadi momen yang semakin berharga, karena saat bersamaan selain Y.M. Bhante Punnajato Mahathera juga dirayakan pencapaian 20 tahun Vassa Y.M Bhante Thiradhammo Mahathera. Keberadaan tidak awal perjalanan monastik Y.M Bhante Thiradhammo Mahathera tidak terlepas dari karma baik kegiatan Program Pabbaja Nasional 1988 yang dilaksanakan pertama kali di Sibolga, Sumatera Utara.
Motivasi awal menjadi Samanera merupakan keinginan beliau untuk balas budi atau pelimpahan jasa kepada ibunda yang telah meninggal pada 1983, beliau terinspirasi ceramah Y.M Bhante Suryabhumi Mahathera saat kegiatan Program Pabbaja Nasional pertama tersebut.
Y.M Bhante Thiradhammo lahir di Jepara, 06 Juli 1968, dan perjalanan monastik pertamanya sebagai peserta Program Pabbaja Nasional Pertama di Vihara Avalokitesvara Sibolga 1988. Sembilan tahun kemudian tepatnya pada 3 April 1997 di tabis menjadi samanera di Vihara Sakyawanaram Pacet Cianjur Jawa Barat, dengan nama samanera Satyanyano, guru penabis Y.M. Sasanarakhitta Mahasthavira.
Tiga tahun setelah menjalani samanera kemudian pergi ke Batam Kepulauan Riau menjalani samanera bersama beberapa samanera salah satunya samanera Kurnia Bangun di bawah bimbingan Y. M. Bhante Nyanakaruno Thera (2019, Dr. Kabri Nyanakaruno Mahathera, S.Ag., M.Pd. B.).
Setelah mendapat restu dari Y. M. Bhante Jinadhammo Mahathera, beliau diupasampada pada 6 Mei 2000 di Vat Bovoranives di Bangkok Thailand dengan Guru Penabhis (Upajjhaya) Y.M. Punnagamo Mahathera dan Guru Pembimbing Y.M Rajasilasamvara Mahathera.
Masa Vassa pertama tahun 2000 dilewatkan di Vat Raja Vihara di Bangkok, dan masa Vassa kedua tahun 2001 di Vat Kwanmit di Klong Cana Hadyai, Provinsi Songkhla Thailand Selatan. Awal Desember 2002 kembali Ke Batam tingga di Vihara Buddhayana Batam, melakukan pembinaan umat di Riau (sekarang Riau Daratan dan Kepulauan Riau) dan Sumatera Barat hingga 2005.
Tahun 2005 -2009 menempuh pendidikan S1 di STIAB Samaratungga, Boyolali Jawa Tengah, (masih pulang pergi Jawa Riau pembinaan umat). Tahun 2009-2019 kembali ke Riau melakukan Pembinaan umat di Riau. Menjelang akhir 2015 menempuh Pendidikan S2 di STIAB Samaratungga hingga lulus 2018.
Selama pendidikan S2 tetap pulang pergi Riau-Jawa Tangah menempuh pendidikan dan pelayanan umat. Sekembalinya menempuh pendidikan S2, Bhante Thiradhammo berdomisili di Dhamma guna Buddhist Centre di Pekanbaru Kota hingga 2019 ini.
Kegiatan Sanghadana Kathina 2019 di Sumatera Utara semakin lengkap dengan perayaan 10 tahun masa Bhante Ratana Panno Thera dan Bhikksuni PurvaManggala Sthavira / Ven. Ku Xiang. Bhante Ratana Panno lahir 15 Februari 1989 di daerah Kaliwungu, Semarang dengan nama kecil Puryanto dari pasangan Biyono dan Parti. Ditahbiskan menjadi Samanera Nyana Sukha pada bulan Juli 2007 oleh Y.M Viriyanadi Mahathera di Maha Vihara Mojopahit, Trowulan, Mojokerto Jatim dam di Upasampada pada tanggal: 25 Januari 2010 di Wat Thung Po, Buriram Thailand oleh Guru Penabhis Y.M Avuddgapanno Mahathera.
Sementara itu Bhikksuni PurvaManggala Sthavira dilahirkan di Medan pada tanggal 21 Mei 1972 dengan nama kecil Jenni dari pasangan Husin dan Liliana. Beliau di Upasampada pada tanggal 08 April 2010 di Miao Fa Buddhism Temple Tainan–Taiwan dengan Guru Penabis: Ven. Chen Kuang dan Guru Pembimbing: Ven. Dao Hai
Upasaka Pandita (UP) Densi Ginting ketua panitia pelaksana berharap kegiatan Sanghadana Kathinakala 2019 banyak memberi manfaat bagi Umat Buddha untuk mendukung anggota Sangha dalam menjalankan spiritualnya dan mengembangkan Buddha Dharma serta berterima kasih atas sinergi berbagai mendukung terlaksananya Sanghadana Kathinakala 2019.
Sementara itu, UP. Eddy Suyono MM, ketua MBI Sumut mengungkapkan bersyukur atas keberhasilan anggota Sangha yang mencapai 10 dan 20 Masa Vassa dan menjadi momen baik bagi Umat Buddha khususnya di Sumatera Utara untuk terus memacu diri memberikan dukungan atas pengembangan Buddha Dharma bercermin pada perjalanan penuh makna yang telah dijalani para Bhikkhu Sangha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perayaan-sanghadana-kathinakala-sangha-agung-indonesia-sagin.jpg)