News Video

Akhyar Nasution Emosi dan Lontarkan Cacian saat Diwawancari soal Bangkai Babi

Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, saat diwawancarai awak media soal bangkai babi di Medan tampak emosi

TRIBUN-MEDAN.COM - Ratusan bangkai babi ditemukan di sejumlah sudut Kota Medan.

Mayoritas bangkai babi banyak dibuang ke aliran sungai hingga bertumpuk di Danau Siombak.

Teranyar, Pemko Medan sudah melakukan penguburan massal ratusan bangkai babi.

Penyisiran sungai-sungai dilakukan TNI-Polri untuk memastikan tak ada lagi warga yang membuang bangkai babi ke sungai.

Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, saat diwawancarai awak media tampak emosi.

Ia kesal dengan perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Memang **** itu, yang buang babi di jalan itu," ucap Akhyar.

"Bangkai babi sudah dikubur semua. Bangkai babi yang dibuang itu berasal dari luar Kota Medan. Kurang ajar itu manusia," ucap Akhyar.

Edy Rahmayadi Sebut Tim Gabungan Telah Dibentuk Menangkap Pelaku Pembuangan Bangkai Babi

Ditemukan 10 Ekor Bangkai Babi di Helvetia, Polisi dan Pihak Kecamatan Lakukan Penguburan

Video ini beredar di grup WA jurnalis dan viral di linimasa facebook dan instagram.

Beberapa warganet setuju dengan Akhyar Nasution, namun ada juga yang mengkritisi cara Akhyar Nasution berbicara didepan media.

Giliran Samosir Diserang Virus Hog Cholera, 130 Babi Mati

Bangkai Babi Cemari Sungai dan Danau, Penjualan Ikan di Medan Menurun 2 Kali Lipat

TIM Terpadu

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan Sumut Mulkan Harahap mengatakan, penanganan masalah penyakit kolera babi (hog cholera) yang menyerang ternak babi di 11 kabupaten/kota sudah dibentuk tim terpadu dan unit reaksi cepat untuk mengatasinya, Sabtu (16/11/2019).

Sesuai dengan surat edaran dan himbauan dari Gubernur bahwa setiap kabupaten/kota yang terdampak agar membentuk posko, dan itu sudah dilakukan.

"Penyakit hog cholera yang menyerang ternak babi mulai dari kabupaten Dairi dan menyebar sampai ke kabupaten/kota lainnya seharusnya bisa dibendung dengan ketentuan agar ternak babi yang terpapar jangan dulu berpindah tempat.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo melakukan penyemprotan desinfektan ke peternakan babi warga
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo melakukan penyemprotan desinfektan ke peternakan babi warga (Tribun Medan)

Karena penyakit ini hanya menular ke sesama ternak babi dan tidak menular ke manusia karena tidak bersifat zoonis," kata Mulkan Harahap.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved