News Video
Akhyar Nasution Emosi dan Lontarkan Cacian saat Diwawancari soal Bangkai Babi
Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, saat diwawancarai awak media soal bangkai babi di Medan tampak emosi
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Ratusan bangkai babi ditemukan di sejumlah sudut Kota Medan.
Mayoritas bangkai babi banyak dibuang ke aliran sungai hingga bertumpuk di Danau Siombak.
Teranyar, Pemko Medan sudah melakukan penguburan massal ratusan bangkai babi.
Penyisiran sungai-sungai dilakukan TNI-Polri untuk memastikan tak ada lagi warga yang membuang bangkai babi ke sungai.
Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, saat diwawancarai awak media tampak emosi.
Ia kesal dengan perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
"Memang **** itu, yang buang babi di jalan itu," ucap Akhyar.
"Bangkai babi sudah dikubur semua. Bangkai babi yang dibuang itu berasal dari luar Kota Medan. Kurang ajar itu manusia," ucap Akhyar.
• Edy Rahmayadi Sebut Tim Gabungan Telah Dibentuk Menangkap Pelaku Pembuangan Bangkai Babi
• Ditemukan 10 Ekor Bangkai Babi di Helvetia, Polisi dan Pihak Kecamatan Lakukan Penguburan
Video ini beredar di grup WA jurnalis dan viral di linimasa facebook dan instagram.
Beberapa warganet setuju dengan Akhyar Nasution, namun ada juga yang mengkritisi cara Akhyar Nasution berbicara didepan media.
• Giliran Samosir Diserang Virus Hog Cholera, 130 Babi Mati
• Bangkai Babi Cemari Sungai dan Danau, Penjualan Ikan di Medan Menurun 2 Kali Lipat
TIM Terpadu
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan Sumut Mulkan Harahap mengatakan, penanganan masalah penyakit kolera babi (hog cholera) yang menyerang ternak babi di 11 kabupaten/kota sudah dibentuk tim terpadu dan unit reaksi cepat untuk mengatasinya, Sabtu (16/11/2019).
Sesuai dengan surat edaran dan himbauan dari Gubernur bahwa setiap kabupaten/kota yang terdampak agar membentuk posko, dan itu sudah dilakukan.
"Penyakit hog cholera yang menyerang ternak babi mulai dari kabupaten Dairi dan menyebar sampai ke kabupaten/kota lainnya seharusnya bisa dibendung dengan ketentuan agar ternak babi yang terpapar jangan dulu berpindah tempat.
Karena penyakit ini hanya menular ke sesama ternak babi dan tidak menular ke manusia karena tidak bersifat zoonis," kata Mulkan Harahap.