Isu Ikan Makan Bangkai Babi

Pedagang Stres Hingga Banting Harga Usai Diterpa Isu Ikan Makan Bangkai Babi

Ningsih, pedagang ikan yang menjajakan dagangannya di Pasar Ikan, Desa Bagan Kecamatan Percutseituan Kabupaten Deliserdang

TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Pedagang Ikan, Ningsih saat memberikan keterangan di pasar Ikan Desa Bagan Percutseituan, Jumat (22/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Suara keras terdengar saat seorang wanita menawarkan ikannya "ikan, woy ikan," ucap Ningsi yang menjajakan dagangannya kepada sesama pedagang.

Hal tersebut dilakukan wanita bertubuh gempal ini dikarenakan sepinya pengunjung.

"Kalau gak bercanda ke sesama. Kami stres mikirin sepinya begini. Ini buang suntuk saja," katanya saat ditemui Tribun Medan.

Ningsih, pedagang ikan yang menjajakan dagangannya di Pasar Ikan, Desa Bagan Kecamatan Percutseituan Kabupaten Deliserdang mengeluh lantaran terpaan bangkai babi dimakan ikan.

"Drastis berkurang lah. Bukannya hanya berkurang tapi enggak ada sama sekali.

Paling nanti yang biasanya dua puluh mobil hari biasa, ini cuma satu mobil yang datang.

Seperempatnya pun enggak ada yang datang," ucap Ningsih yang ditemui Tribun Medan di lokasi, Jumat (22/11/2019).

Ningsih juga mengungkapkan, para pedagang yang berjualan di Desa Bagan, takut untuk berjualan, jadi untuk saat ini para pedagang tidak berani menyediakan hasil tangkapan laut semisalnya ikan.

Pedagang Ikan di Bagan Percut Seituan Gulung Tikar

BREAKING NEWS: Juru Parkir Mengeluh Masyarakat Enggan Makan Ikan di Bagan Percutseituan

"Yang biasanya kami, hari-hari biasa kami sediakan biasanya per meja 20 Kg atau 10 Kg, jangankan 10 Kg, 3 Kg pun enggak berani jualan," tegas Ningsih.

Lanjut wanita bertubuh gempal ini, banyak pedagang yang tidak berani berjualan semenjak dua minggu belakangan ini.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan, biasa jumlah pedagang ikan di lokasi ini mencapai puluhan orang.

Namun yang memberanikan buka (berjualan) hanya terdapat lima kios saja.

BREAKING NEWS: Marak Isu Ikan Makan Bangkai Babi, Pemilik Bagan Percut: Kami Seperti Terzolimi

Bukanya hanya itu, lanjut Ningsih, para nelayan pun merasa dirugikan atas pristiwa terapungnya bangkai babi di Desa Bagan tersebut, dikarenakan tidak adanya daya jual, dan tidak memiliki harga jual.

"Capek-capek dari laut, tapi sampai di darat enggak ada yang berani beli.

Kan udah capek-capek nelayan ke laut, enggak ada yang beli, sama ajakan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved