Menikah Dengan Pengungsi Rohingya, Amelia Ikhlas Dua Anaknya tak Jadi WNI

Apa jadinya bila seorang wanitab asli warga negara Indonesia (WNA) menikah dengan seorang pengungsi asal Myanmar Rohingya

Menikah Dengan Pengungsi Rohingya, Amelia Ikhlas Dua Anaknya tak Jadi WNI
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Keluarga pengungsi asal Myanmar Rohingya Muhammad Salim bersama seorang WNI asal Bandar Lampung Amelia bersama dua orang anaknya di Hotel Top in, Jalan Flamboyan Raya, Medan, Minggu (24/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Apa jadinya bila seorang wanitab asli warga negara Indonesia (WNA) menikah dengan seorang pengungsi asal Myanmar Rohingya yang saat ini di bawah penampungan UNHCR (Badan Pengungsi PBB).

Hal ini dialami, Amelia wanita asal Bandar Lampung yang menikah dengan Muhammad Salim seorang pengungsi asal Myanmar Rohingya di Hotel Top in, Jalan Flamboyan Raya, Medan.

Hasil buah cinta keduanya, keduanya kini telah memiliki dua orang anak yaitu Dwi Fitriyani (11) dan Muhammad Ridwan (9) yang saat ini telah duduk di kelas IV dan II di SD Negeri 067246 Jalan Flamboyan Raya Gg. Inpres, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.

Apakah pernikahan tersebut legal atau tidak, lantas bagaimana status kewarganegaraan dari anak tersebut dari ayah tanpa kewarganegaraan (stateless) dan ibu seorang WNI?

Dikutip dari Perpres RI Nomor 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri tidak ada menjelaskan lebih lanjut mengenai ketentuan perlindungan hak-hak pengungsi di Indonesia.

Tribun, mencoba mendatangi lokasi tempat pasangan sejoli tersebut tinggal di Hotel Top In, Minggu (24/11/2019).

Amelia menerangkan dirinya berjumpa dengan  Salim saat berada di Malaysia hingga bertemu pujaan hatinya tersebut di negeri jiran tersebut.

Hingga akhirnya di tahun 2011 sang suami yang hendak mencari suaka ke Australia terdampar di Lau Belawan Indonesia.

Amel menceritakan dirinya akan mengikuti jejak langkah suaminya kemanapun akan ditempatkan oleh UNHCR di negara ketiga.

Seperti diketahui saat ini negara ketiga penerima para pengungsi adalah Amerika, Kanada dan Australia.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved