Dewan Pengawas KPK
Artidjo Alkostar - Pernah Merasa Terhina, Artidjo Meradang Diimingi Duit Suap, Fakta Lain Dewas KPK
Artidjo Alkostar - Pernah Merasa Terhina, Artidjo Meradang Diimingi Duit Suap, Fakta Lain Dewas KPK
Diserang Suap
Dikutip dari Tribunnews.com, mantan Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) ini mengaku pernah mendapatkan serangan suap.
Ya, ia mendapat sederet iming-iming suap dari salah seorang yang akan dan sedang diperkarakan.
Terhitung, sebanyak tiga kali upaya penyuapan yang masih ingat betul oleh hakim yang telah mengabdi selama 18 tahun di MA ini.
"Pernah saya dikirimi datang ke tempat kerja saya juga pernah dari tampang pengusaha lah saya kira sudah dimuat di Kompas itu. Yang lain sudah katanya, saya marah betul. Ini apa saudara ini, saudara menghina saya," Artidjo saat sesi wawancara dengan awak media di media center Mahkamah Agung, Jl. Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (25/5).
• Resmi, Arsenal Terkini dengan Pelatih Baru Mikel Arteta, Pembuktian di Laga Everton vs Arsenal
Lalu, ia juga pernah mendapat kiriman cek foto copy dan menanyakan nomor rekening bank miliknya.
Dicek tersebut, tertera jumlah nominal uang yang akan dikirimkan seseorang tersebut kepada Artidjo.
Namun, Artidjo langsung meradang dan geram terhadap orang tersebut.
"Tidak saya baca berapa jumlahnya pokoknya saya jawab kepada dia. Saya terhina dengan surat-surat anda itu. Itu jangan diteruskan lagi itu masalah menjadi lain," ucap Artidjo menirukan saat kejadian itu.
Kemudian, karena upaya beberapa pihak yang mencoba menyuap Artidjo secara pribadi tidak berhasil.
Upaya penyuapan diarahkan kepada keluarga dengan mengimingi sejumlah usaha besar di Jakarta dengan syarat membujuk Artidjo agar terima suap dan bisa dinegosiasi dengan salah satu perkara.
"Dia (penyuap) nyasar ke Situbondo ke ponakan saya. Lalu dia menyerahkan, tolong ini disampaikan kepada Pak Artidjo, ini perkara ini. Tidak perlu saya sebut perkaranya. Ndak ada yang berani di sini. Pokoknya diiming-imingi lah mau usaha apa di Jakarta. Lalu terakhir dia mengatakan tolong di cek itu berapa," ungkap Artidjo menceritakan peristiwa itu.
Namun, keluarga besar Artidjo sudah mengetahui karakter dirinya.
Sehingga baik keponakannya di Situbondo maupun keluarga besarnya di Madura tidak ada yang berani untuk mengganggu dirinya saat sedang bertugas.
"Famili saudara itu Artidjo saya bilang. Kalau hakim agungnya itu bukan. Jangan coba-coba untuk memengaruhi hakim agung," ucap Artidjo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/artidjo_alkostar_20180606_104456.jpg)