Dinas Pertanian dan Peternakan Karo Belum Terima Informasi Pasti soal Pemusnahan Babi

Dampak matinya ribuan babi yang diduga terjangkit virus Hog Cholera dan African Swine Fever (ASF), Pemprov Sumut berencana memusnahkan seluruh ternak

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Karo melakukan penyemprotan desinfektan ke peternakan warga, di Desa Kandibata, Kabanjahe, belum lama ini. 

"Memang sampai sekarang masih kita terapkan check point ini, supaya batasi pergerakannya," katanya.

Koordinator Wilayah Asosiasi Peternak Babi cabang Kabupaten Karo Filemon Sitepu, mengaku dirinya mendukung pemusnahan babi jika memang dianggap sebagai langkah terbaik.

Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk memikirkan ke depan efek apa yang akan timbul setelah pemusnahan. Terlebih, perihal ekonomi peternak yang akan terancam jika ternak babinya dimusnahkan.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah juga menyediakan solusi seperti ganti rugi kepada peternak. Menurut dia, ganti rugi yang dimaksud berbentuk dana yang digunakan untuk membeli bibit.

"Kalau memang dimusnahkan, kita minta tolong untuk diberikan ganti rugi. Karena peternak ini kan skala kecil, jadi harus dipikirkan," pungkasnya. (cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved