News Video

Edy Rahmayadi Berencana Memusnahkan Seluruh Ternak Babi di Sumut

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berencana memusnahkan seluruh ternak babi untuk memutus rantai penyebaran virus African Swine dan Fever (ASF)

TRIBUN MEDAN.COM - Sejak beberapa bulan belakangan, ribuan ternak babi milik warga dan perusahaan di Sumut mati terserang virus kolera.

Ada juga pihak menyebut ternak babi terjangkit wabah virus African Swine dan Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berencana memusnahkan seluruh ternak babi untuk memutus rantai penyebaran virus.

Namun hal ini urung dilakukan karena pemerintah masih memikirkan biaya ganti rugi kepada peternak atau perusahaan, jika nantinya seluruh babi harus dimusnahkan.

Dinas Pertanian dan Peternakan Karo Belum Terima Informasi Pasti soal Pemusnahan Babi

Pemda Se-Sumut Belum Pakai Anggaran Rp 5 Miliar untuk Pemusnahan Virus ASF (Demam Babi Afrika)

Edy Rahmayadi juga mengaku galau untuk menyelesaikan persoalan ini.

Menurut dia, sulit menyatakan bahwa virus ASF ini sudah masuk kategori bencana.

Karena, jika ditetapkan sebagai bencana maka harus memusnahkan seluruh babi.

Persoalan lain pun muncul.

Ia tak memungkiri bahwa butuh anggaran yang besar untuk memusnahkan seluruh hewan ternak babi.

"Ada dilema di situ, kalau saya iyakan ini bilang bencana, semua babi ini harus dimusnahkan. Kasih saya waktu satu bulan," kata Edy Rahmayadi seusai melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (6/1/2020) sore.

Pedagang mengolah makanan dari bahan daging babi di kabanjahe, Kabupetan Karo, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Pedagang mengolah makanan dari bahan daging babi di kabanjahe, Kabupetan Karo, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Terjangkit Virus Flu Afrika, Gubernur Edy Rahmayadi Akan Musnahkan Babi di 16 Kabupaten/Kota

Malaysia Stop Impor Babi Indonesia Karena Flu Babi Afrika Mewabah

Ia mengatakan, saat ini jumlah secara keseluruhan babi mati terserang virus ini mencapai 42 ribu lebih.

Menurut dia, pemerintah Sumut belum mampu menerapkan sistem seperti di negara China.

Di mana, memusnahkan seluruh hewan ternak ini agar virus tidak tersebar luas.

"China butuh 20 tahun berikutnya tidak boleh memelihara babi sampai dinyatakan tempat steril. Mampukah itu dilakukan, saya masih mencari peluang lain," kata dia.

Seorang petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo menyemprotkan dessinfektan ke ternak babi di Desa Mulawari, Kecamatan Tigapanah, Kabupetan Karo, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Seorang petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo menyemprotkan dessinfektan ke ternak babi di Desa Mulawari, Kecamatan Tigapanah, Kabupetan Karo, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Babi Mati di Sumut Capai 30 Ribu, Larangan PemindahanTernak hingga Gubernur Respons Surat Mentan

Direktur Kesehatan Hewan Sebut Demam Babi Afrika Penyakit yang Bandel

Saat ini, kata dia, tim antisipasi penyebaran virus sudah diperketat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved