JAWABAN Luhut Pandjaitan Dugaan Korupsi Asabri 'Periksa Permainan Saham' dan Ancaman Dirut Asabri

JAWABAN Luhut Pandjaitan Dugaan Korupsi Asabri 'Periksa Permainan Saham' dan Ancaman Dirut Asabri

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Dani Prabowo
JAWABAN Luhut Pandjaitan Dugaan Korupsi Asabri 'Periksa Permainan Saham' dan Ancaman Dirut Asabri 

"Saya tegaskan bahwa berita-berita tersebut adalah berita yang tidak benar. Kepada pihak-pihak yang ingin berbicara tentang Asabri harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi, hentikan pendapat membicarakan yang cenderung tendesius dan menjurus negatif yang mengakibatkan kegaduhan,” katanya.

Ancam Tempuh Jalur Hukum

Sonny mengaku akan menempuh jalur hukum jika masih ada pihak-pihak yang menyebabkan berita tak benar terkait Asabri.

"Jika hal ini terus berlangsung, maka dengan sangat menyesal, saya akan menempuh jalur hukum. Mari kita sama-sama berpikir jernih dan positif,” ucap dia.

Blokir STNK Online agar Gak Kena Pajak Progresif, Penjelasan Polisi terkait Penghapusan Identitas

BUKAN SUAMI ISTRI, Raja & Ratu Keraton Agung Sejagat Pernah Buka Warung Kelontong di Jakarta

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD sempat mengatakan ada indikasi korupsi di Asabri dengan total nilai kerugian mencapai Rp 10 triliun.

Tak hanya itu, saham-saham milik PT Asabri mengalami penurunan sepanjang 2019.

Bahkan, penurunan harga saham di portofolio milik Asabri terjadi sekitar 90 persen.

Setelah Dirut Asabri Bantah Dana Dikorupsi, Mahfud MD Tegaskan Pernyataannya.

//

T R I B U N-MEDAN.com - DIREKTUR Utama PT ASABRI Sonny Widjaja menyatakan dana asuransi prajurit TNI, anggota Polri, dan ASN Kementerian Pertahanan yang dikelola, tidak dikorupsi.

 Siapakah M Amansyah Putra yang Ikut Dalam Rombongan Wali Kota ke Jepang?

 Heboh Ditemukan Terowongan Panjang 100 Meter, Warga Ini yang Menemukan hingga Cerita Pawang Ular

Menanggapi hal itu, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, persoalan tersebut sudah ditangani dan tinggal dilihat perkembangannya.

"Saya tidak menanggapi. Sudah ada yang menangani, katanya sudah ada yang diperiksa. Ya sudahlah itu."

"Kita lihat perkembangannya saja. Tidak usah diributkan."

"Pokoknya itu sudah muncul sebagai isu sangat penting."

"Nanti lihat perkembangannya saja. Tidak usah diributkan," kata Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved