Menikmati Kolam Sweembath, Warisan Pemandian Meneer Belanda di Tanah Serbelawan
Menikmati Kolam Sweembath, Warisan Pemandian Meneer Belanda di Tanah Serbelawan
Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Alija Agribi
Pemandangan terbaru Sweembath Bahapal, obek pemandian mata air warisan Belanda di Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun.
"Makanya 2,5 meter dibuat biar mereka bisa berenang. Nah, untuk yang ada sekarang, gak berubah kedalamannya. Makanya kita punya petugas juga untuk berjaga-jaga. Untuk yang masih anak anak, kan ada bagaiannya yang dangkal. Jadi semua aman," ujar Nasikin.
Meski berusia ratusan tahun, Sweembath tak berhenti menjadi objek primadona warga Serbelawan dan sekitarnya. Kolam yang memiliki ciri khas dengan kehadiran jembatan di tengah-tengah ini tak pernah sepi pengunjung saat akhir pekan.
Pengelola terus berbenah menghias Sweembath menggunakan deretan payung yang terpajang di teras Sweembath.
Kemudian ada beberapa pondok di sini yang disewakan kepada pengunjung mulai dari Rp 15.000 dan Ban dengan harga Rp 20.000.
(cr15/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kolam-sweembath-bahapal.jpg)