Hakim Akhmad Sayuti Usir Wartawan, Penghubung KY: Jangan Ada Arogansi di Pengadilan

Koordinator Komisi Yudisial (KY) Sumut Syah Rijal Munthe meminta hakim Pengadilan Negeri Medan bijaksana melayani masyarakat dan tidak arogan.

Hakim Akhmad Sayuti Usir Wartawan, Penghubung KY: Jangan Ada Arogansi di Pengadilan
Tribun Medan/Alif Al Qadri Harahap
Majelis hakim yang diketuai Akhmad Sayuti saat sidang di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (6/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Koordinator Komisi Yudisial (KY) Sumut Syah Rijal Munthe meminta hakim Pengadilan Negeri Medan bijaksana melayani masyarakat dan tidak arogan.

Koordinator Komisi Yudisial Wilayah Sumut Syah Rijal Munthe menyikapi perilaku Ketua Majelis Hakim Akhmad Sayuti yang tidak melarang hakim anggota Saidin Bagariang yang bermain ponsel saat sidang sembari mengancam wartawan dikeluarkan dari ruang sidang apabila tidak memakai kartu pengenal yang dikeluarkan oleh pengadilan.

"Jadikan masyarakat itu benar-benar diperlakukan dengan baik tidak ada lagi arogansi di sana (Pengadilan Negeri Medan)," kata Syah Rijal Munthe di Kantor Penghubung KY Sumut, Jalan STM, Kecamatan Medan Johor, Kamis (6/2/2020).

Menurutnya, Ketua Majelis Hakim seyogianya mengingatkan hakim anggota saat proses sidang berlangsung, jangan hanya mengharapkan penghormatan.

"Ketua seharusnya mengingatkan lah anggota-anggotanya. Bagaimana masyarakat menghormati pengadilan kalau majelis juga tidak dihormati. Selama ini kan mereka (hakim) merasa mengharapkan penghormatan dari masyarakat pencari keadilan dan mereka sendiri kadang kurang menjaga sebenarnya, mungkin entah lupa," sebutnya.

Rijal menerangkan hakim berhak mengeluarkan pengunjung sidang jika membuat keributan, namun harus arif dan bijak.

"Orang boleh dikeluarkan kalau membuat onar, kalau sekedar hadir saja kan tidak boleh diusir. Kurang arif dan tidak bijaklah," tuturnya.

Dikatakan Syah, hakim-hakim PN Medan harus lebih bijaksana dikarenakan PN Medan kategori Kelas-1A ditambah hakim bekas ketua pengadilan di daerah seharusnya lebih mengerti.

"Himbauan saya, namanya ini pengadilan kelas-1A, khususnya harus lebih bijaksanalah kita menyikapi tidak bisa tidak.Mereka ini bekas-bekas ketua di daerah sudah paham lika-liku masyarakat jadi komunikasi yang baik saja jangan terlalu, apalagi ke masyarakat," harapnya.

Mengutip keputusan bersama Ketua MA RI dan Ketua KY RI tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim dalam poin 3.Berprilaku Arif dan Bijaksana dalam penerapan butir 1. Hakim wajib menghindari tindakan tercela.

Halaman
12
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved