Menyaksikan Keakraban Alam di Tagal Tinopikon Park
Menyaksikan Ikan Belian berukuran besar bahkan bobotnya diperkirakan mencapai 2 kilogram, asyik menyentuh kaki pengunjung di Sungai Tagal Tinopikon
Penulis: Eti Wahyuni | Editor: Juang Naibaho
Menyaksikan Keakraban Alam di Tagal Tinopikon Park
TRIBUNMEDAN.com-KINABALU - Menyaksikan Ikan Belian berukuran besar bahkan bobotnya diperkirakan mencapai 2 kilogram, asyik menyentuh kaki dan tangan pengunjung di Sungai Tagal Tinopikon, Kampung Notoruss Penampang, Sabah, Malaysia, adalah hal yang lumrah, Rabu (12/2/2020).
Seperti halnya hewan peliharaan, Ikan Belian ini nampak sangat jinak. Bahkan saat diberi pelet, ikan-ikan ini spontanitas datang berbondong, saling berebut makanan.
Ikan Belian, warga setempat menyebutnya, bentuknya pipih panjang seperti ikan jurung, berwarna gelap dengan sisik besar.
Ikan-ikan ini sengaja dibesarkan dan dilarang keras bagi warga maupun pengunjung untuk menangkapnya.
Saat di pintu masuk wisata, terpampang jelas larangan memancing atau membawa jaring. Perlakuan yang sama seperti lubuk larangan, sebuah tradisi kearifan lokal yang juga terdapat di beberapa wilayah di Sumut.
Air yang jernih, tegakan pohon-pohon hutan berusia tua di pinggir sungai, kemudian batu-batu sungai yang dibiarkan dalam tatanan naturalnya, adalah kenikmatan lain yang dapat Anda rasakan di sini.
Hanya ada suara air, sesekali angin berbisik. Kemudian suara musik tradisional khas daerah setempat yang dimainkan perempuan-perempuan tua sebagai ucapan selamat datang pada para pengunjung. Musik yang dimainkan tanpa lagu ini menjadi harmonisasi alam yang syahdu.
Puas menyaksiikan keakraban ikan dan mendengarkan musik, Anda bisa mencoba mewarnai batik.
Pihak pengelola menyediakan secarik kain yang telah dibuat pola. Selanjutnya pengunjung bisa melakukan pewarnaan dengan tiga jenis warna yaitu hijau, merah, dan ungu.
Silvester, sang penjaga pondok batik mengatakan, bahan pewarna batik ini berasal dari alam dan memang khusus untuk membatik.
Kain yang telah diwarnai ini selanjutnya akan dijemur dan bisa dibawa pulang sebagai cinderamata. Selain itu ada juga beragam permainan tradisional yang bisa Anda nikmati di sini.
Jika ingin tantangan, Anda boleh mencoba treking alam. Memasuki perkampungan rumah warga berupa bangunan panggung, ada juga beragam jenis tanaman herbal seperti mahkota dewa dan tongkat ali.
Terdapat juga kebun nenas milik warga di pinggiran jalur treking, tegakan pohon durian dan beragam jenis lainnya, serta sarang lebah menggunakan dua batang kayu tua yang telah dipotong.
Di sela perjalanan treking, sang pemandu, Roy menjelaskan dan mempraktekkan cara menyadap (menderes) tanaman karet. Roy menggunakan alat semacam arit untuk menyayat kulit pohon karet dan menampung getahnya menggunakan mangkuk kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wisata-tagal-tinopikon-2.jpg)