Menyaksikan Keakraban Alam di Tagal Tinopikon Park
Menyaksikan Ikan Belian berukuran besar bahkan bobotnya diperkirakan mencapai 2 kilogram, asyik menyentuh kaki pengunjung di Sungai Tagal Tinopikon
Penulis: Eti Wahyuni | Editor: Juang Naibaho
Melalui jalur menanjak dan menurun, melalui kebun karet, memakan waktu kurang lebih setengah jam, Anda akan sampai pada sebuah aliran anak sungai yang menjadi titik akhir tujuan treking.
Di aliran anak sungai ini terdapat air terjun mini tanpa nama, karena memang kecil saja dengan ketinggian hanya sekitar satu meter.
Di bawah air terjun terdapat lubuk yang bisa memuaskan hasrat Anda menyentuh air dingin atau membasahi seluruh tubuh.
Air dingin yang jernih tentu menjadi godaan paling kuat untuk menyegarkan diri, setelah lelah berkeringat melalui jalur treking.
Tentu tak sampai di situ saja. Anda masih harus menyiapkan stamina untuk kembali melalui jalur yang sama menanjak dan menurun.
Tapi jangan khawatir, hidangan dengan aroma sedap menanti Anda di pondok pinggir sungai, tempat titik start perjalanan treking. Terdapat menu seperti beragam tumisan sayuran, kangkung, bayam, gulai kentang, ikan goreng tepung, sop kentang wortel, dan masak manis labu.
Kunjungan ke Tagal Tinopikon merupakan salah satu kegiatan dalam program Malaysia Mega Familiarisation Tour Programme (Mega Fam) yang digelar Tourism Malaysia, mulai tanggal 11 hingga 15 Februari 2020 di Kinabalu, Sabah.
Selain mengundang jurnalis dari Medan dan Jakarta, Tourism Malaysia juga mengundang dari 10 negara lainnya yang merupakan wartawan, Youtuber, serta penggiat media sosial lainnnya. (eti/tribun-medan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wisata-tagal-tinopikon-2.jpg)