Erwin Sianturi (32) Pedagang Tuak Dijatuhi Hukuman Penjara Dua Minggu dan Membayar Denda Rp 3 Juta

Erwin Sianturi (32), pedagang minuman tuak di Palembang, Sumatera Selatan, dijatuhi hukuman penjara selama dua pekan dan membayar denda Rp 3 juta.

Erwin Sianturi (32) Pedagang Tuak Dijatuhi Hukuman Penjara Dua Minggu dan Membayar Denda Rp 3 Juta
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Erwin Sianturi (32) pedagang tuak yang divonis penjara dua pekan dan denda Rp 3 juta lantaran telah melanggar Peraturan Derah (Perda) kota Palembang nomor 11 tahun 2006 tentang pelarangan peredaran miras di wilayah Kota Palembang, Jumat (21/2/2020).(KOMPAS.com/AJI YK PUTRA) 

Ia didakwa telah melanggar Peraturan Derah (Perda) kota Palembang nomor 11 tahun 2006 tentang pelarangan peredaran miras di wilayah Kota Palembang.

TRIBUN-MEDAN.COM - Erwin Sianturi (32), pedagang minuman tuak di Palembang, Sumatera Selatan, dijatuhi hukuman penjara selama dua pekan dan membayar denda Rp 3 juta.

Pasalnya, dia telah melanggar Peraturan Derah (Perda) Kota Palembang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pelarangan Peredaran Miras di wilayah Kota Palembang.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Mangapul Manalu, vonis kurungan penjara dan denda tersebut dijatuhkan untuk membuat jera para pedagang tuak lainnya di Palembang.

"31 jeriken tuak sebagai barang bukti disita untuk dimusnahkan," kata Mangapul saat membacakan vonis, Jumat (21/2/2020).

Kronologi Oknum Pejabat Pemprov Papua Diduga Perkosa Siswi SMA, Korban Minta Perlindungan LPSK

Jalan Tol Selesai, Jarak Tempuh Pekanbaru-Dumai Cuma 1,5 Jam, Tol Banda Aceh-Sigli Operasional 2021

Terkait Viralnya Video Bupati Ramli Duel dengan Penagih Utang, Berkas Perkara Dilimpahkan ke Polda

Polisi Tangkap 3 Tukang Ojek yang Peras Penumpangnya Rp 450 Ribu

Erwin Sianturi (32) pedagang tuak yang divonis penjara dua pekan dan denda Rp 3 juta lantaran telah melanggar Peraturan Derah (Perda) kota Palembang nomor 11 tahun 2006 tentang pelarangan peredaran miras di wilayah Kota Palembang, Jumat (21/2/2020).
Erwin Sianturi (32) pedagang tuak yang divonis penjara dua pekan dan denda Rp 3 juta lantaran telah melanggar Peraturan Derah (Perda) kota Palembang nomor 11 tahun 2006 tentang pelarangan peredaran miras di wilayah Kota Palembang, Jumat (21/2/2020). (KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)

UPDATE Dokter Muda Nurshabrina (27) yang Sempat Dilaporkan Hilang, Ternyata Sedang Menikmati Liburan

Ternyata Ashraf Sinclair Sudah Meninggal setelah Bunga Citra Lestari (BCL) Keluar dari Kamar Mandi

250 Siswa SMP N 1 Turi Hanyut, Data Sementara 6 Tewas, Ini Nama-namanya dan Pengakuan Saksi Mata

Berlinang Air Mata, Anak Kerdil Menangis Tersedu-sedu Korban Bully, Trauma Hingga Ingin Bunuh Diri

Dua Gadis Kecil Kakak Beradik Tinggal di Gubuk Bambu Reot tanpa Ibu yang Sudah Meninggal

Penuntut Umum Bripka Faisal menerangkan, terdakwa ditangkap Januari 2020 lalu saat mengedarkan 31 jerigan tuak ke warung-warung kecil di kawasan Jalan Sukabangun, Palembang.

"Terdakwa membawa tuak itu dengan mobil untuk diedarkan ke warung-warung. Selain di Palembang, terdakwa juga menjual ke Kabupaten Banyuasin," ujar Faisal.

Sementara, terdakwa Erwin Sianturi mengaku telah menjadi pedagang tuak dan memiliki banyak pelanggan tetap.

"Saya memang tidak ada izin untuk menjual tuak itu. Kalau untung paling Rp 30.000 untuk satu jerigen tuak," ujarnya.

Video cara dan teknik menyadap air aren

Artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: Langgar Perda, Pedagang Tuak di Palembang Divonis Penjara 2 Minggu

Dua Gadis Kecil Kakak Beradik Tinggal di Gubuk Bambu Reot tanpa Ibu yang Sudah Meninggal

5 Cara Mengenali hingga Mengobati Gejala Tifus pada Anak, Demam Tinggi Selama Tiga Hari

Apa Penyebab Indonesia, China, dan 3 Negara Lainnya Dicoret AS dari Daftar Negara Berkembang?

Viral Potret Sekeluarga yang Tinggal di Gubuk Bambu di Pakpak Bharat, Butuh Perhatian Pemerintah

TERKINI Duka SMPN 1 Turi, Nama Korban Jiwa dan Korban Hilang, ternyata Warga Sudah Ingatkan Bahaya

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved