Breaking News

Sambil Bertasbih, Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Meminta Maaf, Sebelumnya Ngeyel Diingatkan Warga

Polres Sleman akhirnya mempaparkan tiga tersangka kasus susur sungai yang menewaskan 10 siswi SMPN 1 Turi, Jumat pekan lalu.

Editor: Tariden Turnip
Kompas.com
Sambil Bertasbih, Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Meminta Maaf, Sebelumnya Ngeyel Diingatkan Warga. IYA pembina Pramuka SMPN 1 Turi menangis meminta maaf pada keluarga korban susur Sungai Sempor. 

Pada Jumat (21/02/2020) sekitar 13.15 WIB, IYA menyiapkan para peserta susur sungai yang berjumlah 249 siswa.

Saat berangkat, menurutnya kondisi cuaca masih belum hujan.

"Saya mengikuti, Saya cek sungai diatasnya, di jembatan itu juga airnya tidak deras, landai," ungkapnya.

IYA lantas kembali ke titik awal susur sungai.

Di lokasi itu, dia mengatakan sudah ada pembina Pramuka lain yang biasa menyusuri Sungai Sempor.

"Sehingga Saya juga yakin aja tidak akan terjadi apa-apa," tegasnya.

Menurutnya, para peserta susur sungai berjalan di pinggir dan tidak di tengah.

Selain itu, para peserta tidak dibekali alat pengaman karena air sungai tidak dalam.

"Karena airnya cuman selutut, itu paling dalam," tandasnya.

Namun, prediksi pembina Pramuka ini meleset.

Pasalnya, ada arus kencang yang tiba-tiba menerjang saat siswa SMP itu sedang berjalan di pinggir Sungai Sempor.

Arus deras yang datang karena ada hujan di kawasan hulu sungai menyeret 249 siswa SMPN 1 Turi dan 10 siswi di antaranya tewas

Kegiatan Pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib di SMP Negeri 1 Turi.

Namun, ternyata di dalam kegiatan susur sungai tidak disertai dengan kesiapan yang matang, termasuk mempertimbangkan risiko yang terjadi.

Selain tidak berada di lokasi saat kejadian, IYA sempat diperingatkan warga agar tidak melakukan kegiatan di Sungai Sempor.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved