Breaking News:

Wali Kota Medan Diadili

Jaksa KPK Beber 21 Nama Pejabat Pemko Medan Beri Uang ke Dzulmi Eldin

Dzulmi Eldin juga menerima laporan penerimaan uang dari Kepala OPD/Pejabat Eselon II lainnya berjumlah Rp700 juta

TRI BUN/Alif Al Qadri Harahap
Dzulmi Eldin mendengarkan dakwan Jaksa Penuntut Umum KPK di Pengadilan Tipikor, Medan, Kamis (5/3/2020) 

TRI BUN-MEDAN.com, Medan - Pengadilan Negeri Tipikor Medan menyidangkan kasus suap yang menjerat Wali Kota Medan (nonaktif) Dzulmi Eldin, Kamis (5/3/2020).

 Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Iskandar Marwanto yang membacakan dakwaan mengungkap ada 21 kepala dinas (kadis) memberikan suap kepada Dzulmi Eldin.

Diketahui dari dakwaan terdakwa, total uang yang diterima Dzulmi Eldin dari tahun 2018 hingga 2019 mencapai Rp 2.155.000.000.

Uang tersebut diketahui dikutip dari Kepala-kepala Dinas yang berada di lingkungan Pemko Medan.

Berikut rincian dan daftar nama-nama Kadis hingga Direksi yang turut memberikan dana ke Dzulmi Eldin.

Isa Ansyari menyerahkan uang di bulan Maret, April, Mei dan Juni tahun 2019 masing-masing sejumlah Rp. 20 juta, sehingga seluruhnya berjumlah Rp. 80 juta.

DITABRAK KERETA API, Pria Sepuh Tewas, Keluarga Histeris Saksikan Tubuh Korban di Pinggir Rel

"Lalu Eldin menerima uang dari Benny Iskandar selaku Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Kadis Perkim), Suherman selaku Kepala BP2RD, Iswar S selaku Kadis Perhubungan pada sekira bulan Juli 2019 sampai dengan September 2019 masing-masing memberikan uang sejumlah Rp. 60 juta," ujar JPU.

Lalu Eldin menerima uang dari Edwin Effendi selaku Kadis Kesehatan, Emilia Lubis selaku Kadis Ketahanan Pangandan Edliaty selaku Kadis Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengahpada sekira bulan Juni, Juli, September dan Oktober 2019 masing-masing sejumlah Rp. 30 juta.

"Kemudian Eldin juga menerima uang dari Muhammad Husni selaku Kadis Kebersihan dan Pertamanan, Agus Suriyono selaku Kadis Pariwisata, Qomarul Fattah selaku Kadis DPMPTSP, Usma Polita Nasution selaku Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga, serta Dammikrot selaku Kadis Perdagangan pada sekira bulan Mei, Juni, Juli dan September 2019 masing-masing memberikan sejumlah Rp 20 juta," jelas Jaksa KPK.

Selanjutnya terdakwa menerima uang dari S. Armansyah Lubis alias BOB selaku Kadis Lingkungan Hidup dan M. Sofyan selaku Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) pada sekira bulan Oktober 2019 masing-masing memberikan sejumlah Rp. 10 juta.

"Dan terdakwa juga menerima uang dari Hannalore Simanjuntak selaku Kadis Ketenagakerjaan dan Renward Parapat selaku Asisten Administrasi Umum pada sekira bulan Januari, Juli dan Agustus 2019  masing-masing memberikan Rp. 5 Juta," jelas Jaksa KPK.

DITABRAK KERETA API, Pria Sepuh Tewas, Keluarga Histeris Saksikan Tubuh Korban di Pinggir Rel

Polda Sumut Bantu Pengobatan Gratis Bayi Pengidap Getah Bening

Terdakwa melalui Samsul Fitri pada bulan Mei, Juni, Juli dan September 2019 bertempat di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat(P3APM) Pemko Medan menerima uang dari Khairunnisa Mozasa selaku Kadis P3APM jumlah keseluruhan sejumlah Rp. 70 juta.

Dan terdakwa melalui SAMSUL FITRI pada sekira tahun 2019 menerima uang dari Rusdi Sinuraya selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dengan jumlah Rp. 35 juta,

Dzulmi Eldin Tampak Kurusan, Sempat Gerah Sewaktu Nunggu Sidang Diruang Ramah Anak dan Perempuan

"Sedangkan khusus untuk Rusdi Sinuraya dikirim melalui rekening milik Mahyudi, dengan jumlah Rp. 585. Semua uang yang dikutip tersebut, dipergunakan untuk membantu dana operasional Dzulmi Eldin.
Penerimaan dari Iswar S selaku Kadis Perhubungan sebesar Rp. 200 juta pada tanggal 14 – 15 Oktober 2019.
Penerimaan dari Abdul Johan selaku Sekretaris Dinas Pendidikan menyerahkan Rp. 100 juta pada tanggal 15 Oktober 2019," sebutnya.

Suherman selaku Kepala BP2RD, Iswar S selaku Kadis Perhubungan dan Benny Iskandar selaku Kadis Perkim pada bulan Juli 2019 memberikan uang sebesar Rp. 200 juta, dan Agus Suriyono selaku Kadis Pariwisata, Edwin Effendi selaku Kadis Kesehatan, Muhammad Husni selaku Kadis Kebersihan dan Pertamanan, Suryadi Panjaitan selaku Direktur RSUD Pringadi dan Rusdi Sinuraya selaku Direktur Utama PD Pasar Kota Medan pada sekira bulan Juli 2019 yang masing-masing memberikan uang sejumlah Rp. 20 juta.

Peneriman uang dari Isa Ansyari selaku Kadis PU sejumlah Rp. 530 juta.

"Selain itu Dzulmi Eldin juga menerima laporan penerimaan uang dari Kepala OPD/Pejabat Eselon II lainnya keseluruhan berjumlah Rp700 juta.

Atas laporan tersebut, Terdakwa meminta kepada Samsul Fitri untuk menyimpan dan dipergunakan untuk kegiatan Wali Kota yang tidak di Anggaran atau nonbudgeter," pungkasnya. 

(cr2/TRI BUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved