Virus Corona
Ancaman Virus Corona, PNS Bisa Bekerja dari Rumah, Sekolah Libur Siswa Belajar di Rumah
Ancaman Virus Corona, PNS Bisa Bekerja dari Rumah, Sekolah Libur Siswa Belajar di Rumah
"Sebagai negara besar dan negara kepulauan tingkat penyebaran covid 19 ini derajatnya bervariasi antara daerah yang satu dengan yang lain.
Oleh karena itu saya minta kepada seluruh gubernur, bupati, walikota untuk terus memonitor kondisi daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar medis untuk menelaah situasi yang ada," kata Jokowi.
"Kemudian juga terus berkonsultasi dengan BNPB untuk menentukan status daerahnya, siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana nonalam. Membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa," imbuh Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo itu meminta seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan tak panik.
Jokowi juga meminta masyarakat tetap produktif.
"Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah, Ini lah saatnya kerja bersama-sama saling tolong menolong dan gotong royong, kita ingin ini menjadi gerakan masyarakat agar masalah ini cepat selesai," kata Jokowi.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah daerah diminta untuk mengeluarkan kebijakan pencegahan meluasnya wabah virus Corona di Indonesia.
Satu di antaranya meliburkan sementara proses belajar mengajar di sekolah dan universitas.
Presiden Jokowi mengimbau masyarakat untuk keluar rumah seperlunya saja.
"Kemudian membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja dari rumah dengan menggunakan interaksi online dengan tetap mengutamakan pelayanan prima kepada masyaakat," ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/3/2020).
Selain itu, menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Ada pula meningkatkan pelayanan pengetesan infeksi Covid-19 dan pengobatan secara maksimal dengan memanfaatkan kemampuan rumah sakit daerah bekerja sama dengan swasta.
Meski demikian, Presiden Jokowi mengingatkan agar pemerintah daerah melaksanakan pemetaan terlebih dahulu terkait penyebaran virus corona di daerahnya.
Melalui monitoring itu, kepala daerah diminta segera menentukan status daerahnya.
"Saya minta kepada seluruh gubernur, bupati dan wali kota untuk terus memonitor kondisi daerahnya dan berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah setiap situasi yang ada," ujar Presiden Jokowi.
"Kemudian, terus berkonsultasi dengan BNPB, untuk menentukan status daerahnya apakah siaga darurat ataukan tanggap bencana non alam," lanjut dia.
Tingkatkan Kewaspadaan
Lebih lanjut, Presiden Jokowi meminta segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dan penyakit Covid-19.
"Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3/2020).
Menurut Jokowi, langkah ini perlu dilakukan agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan lebih maksimal.
"Agar penyebarannya bisa kita hambat dan stop," ujar Kepala Negara.
Selain itu, Jokowi juga meminta semua orang untuk mulai bekerja sama dan saling tolong-menolong agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan baik.
"Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong-menolong dan bersatu padu. Gotong royong, kita ingin ini jadi gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 bisa ditangani maksimal," ujar Jokowi.
Dalam menangani penyebaran virus corona atau Covid-19, Jokowi memastikan bahwa pemerintah akan terus berkomunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
"Dan menggunakan protokol kesehatan WHO, serta konsultasi dengan ahli kesehatan masyarakat dalam mengatasi penyebaran Covid-19," ucapnya.
Ia menuturkan, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo.
Pembentukan gugus tugas dilakukan untuk mensinergikan semua unsur lembaga, baik itu pusat dan daerah, dalam menangani Covid-19.
Baginya, tantangan yang dihadapi Indonesia adalah kondisi geografinya yang tersebar sebagai negara kepulauan.
"Sebagai negara besar dan kepulauan, tingkat penyebaran Covid-19 ini derajatnya bervariasi daerah satu dengan yang lain," ucap Jokowi.
"Saya minta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk terus memantau dan menelaah semua," kata dia.
Hingga Minggu (15/3/2020) penderita virus Corona di Indonesia mencapai 117 kasus Covid-19.
Jumlah ini bertambah 19 sejak pengumuman kemarin, Sabtu.
Adapun penderita virus Corona yang meninggal dunia sudah mencapai lima orang dan ada delapan orang yang telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Tunda Wisuda
Rektor Universitas Hasanuddin ( Unhas) Makassar mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19 yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 7522/UN4.1/PK.03.03/2/2020.
Dalam surat tersebut, perkuliahan tatap muka secara langsung ditiadakan mulai 16 - 28 Maret 2020.
Kuliah tatap muka akan diganti dengan pembelajaran online, memanfaatkan media online.
• Pakar Komunikasi Politik Tjipta Lesmana Sebutkan 2 Orang Ini Calon Kuat Jadi Pimpinan Ibu Kota Baru
Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah menyebutkan bahwa keputusan ini merupakan langkah antisipatif setelah menerima berbagai masukan dan melihat perkembangan.
"Badan Kesehatan Dunia telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi. Kita perlu mengambil langkah untuk mencegah penyebaran," kata Suherman melalui pesan singkat, Minggu (15/3/2020).
Baca juga: Antisipasi Corona, Sejumlah Kampus di Purwokerto Terapkan Kuliah Online
Selain itu, poin surat edaran tersebut juga menyebutkan bahwa wisuda periode III yang bakal digelar pada 17-18 Maret 2020 mendatang juga terpaksa ditunda.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, wisuda tersebut bakal diikuti 2.094 peserta dari jenjang S1-S3, profesi, dan spesialis.
Unhas belum menentukan jadwal ulang untuk pelaksanaan wisuda selanjutnya.
"Keputusan penundaan wisuda ini cukup berat, namun kami perlu memikirkan kepentingan yang lebih besar," ucap Suharman.
• Pakar Komunikasi Politik Tjipta Lesmana Ingatkan Presiden Jokowi Bakal Jatuh dari Jabatannya
• Berikut Pengakuan 6 Pasien Virus Corona yang Berhasil Sembuh: Harus Tenang, Ini Bisa Kita Sembuhkan
Selain dua poin di atas, kegiatan praktik laboratorium, praktik di industri, serta di institusi juga bakal dilakukan dengan metode tanpa pertemuan langsung.
Pihak kampus berencana meniadakan untuk sementara waktu dan dijadwalkan ulang.
• Diduga Selingkuh dengan Legislator Separtai, Peraih Suara Terbanyak Kedua di DPRD Bali Bakal Dipecat
Unhas juga meniadakan seluruh aktivitas dan kegiatan yang memungkinkan terjadinya kerumunan orang.
Kemudian, pihak kampus menyarankan para pimpinan fakultas dan dosen untuk tidak melakukan perjalanan yang dianggap tidak perlu.
• Pakar Komunikasi Politik Tjipta Lesmana Sebutkan 2 Orang Ini Calon Kuat Jadi Pimpinan Ibu Kota Baru
(*)
(yui/tri bun-medan.com/kompas.com
• Akibat Virus Corona, Mahasiswa USU Gak ke Kampus,Unhas Tunda Wisuda hingga Belajar Online dari Rumah
• FAKTA BARU, Pasien yang Meninggal di Cianjur Ternyata Positif Corona, Istri dan Anak juga Positif
Ancaman Virus Corona, PNS Bisa Bekerja dari Rumah, Sekolah Libur Siswa Belajar di Rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ancaman-virus-corona-pns-bisa-bekerja-dari-rumah-sekolah-libur-siswa-belajar-di-rumah.jpg)