Peduli Sampah Sisa Makanan, Mahasiswa USU Buat Usaha Keripik dari Kulit Pisang
Berangkat dari rasa keprihatinan terhadap banyaknya sampah organik sisa makanan, sekelompok mahasiswa USU berinovasi membuat keripik dari kulit pisang
"Ada tiga rasa yang kita buat sejauh ini. Untuk pemberi rasa nya juga kita menggunakan bahan-bahan alami," tambah Fadli.
• Smartfren Telecom Dukung Kewirausahaan di Universitas Dharmawangsa Medan
Karena dibarengi dengan perkuliahan, Fadli mengaku harus pandai membagi-bagi waktu untuk terus menjalankan usaha yang mereka namai dengan Thayyiban Company ini.
Meski karena jadwal perkuliahan yang padat sesekali mereka harus menghentikan proses produksi di tengah banyaknya permintaan.
"Sekarang sistem yang kita gunakan adalah pre order atau order terlebih dahulu baru pemesanan akan dibuat. Alhamdulillah banyak yang suka, justru kitanya yang kadang sulit untuk memenuhi permintaan karena jadwal kuliah yang padat," ujarnya.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Ekonomi Pembangunan ini berharap Thayyiban Company Chips yang mereka buat dapat menembus pasar lokal maupun nasional.
Untuk itu, terangnya dibutuhkan pengurusan ijin kesehatan dari Badan POM dan sertifikasi halal dari MUI.
"Harapannya usaha yang kita bangun ini bisa berkembang, dan kita juga bisa konsisten menjalankannya. Juga pengin segera bisa urus ijin kesehatan dan sertifikasi halal juga, supaya bisa dipasarkan secara lebih luas," pungkas Fadli.(cr14/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mahasiswa-usu-keripik.jpg)