Lestarikan Sungai Deli, Salam Sumut Dirikan Posko Jaga Sungai Deli
Komunitas Sahabat Alam Sumatra Utara (Salam Sumut) berinisiatif mendirikan sebuah posko dibantaran sungai bernama Posko Jaga Sungai Deli.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sungai Deli dulunya menjadi pusat perdagangan dan transportasi pada masa kejayaan Kerajaan Deli.
Berbeda dengan sekarang, Sungai Deli kini menjadi satu diantara sungai yang memiliki tingkat pencemaran yang tinggi.
Prihatin dengan kondisi tersebut, Komunitas Sahabat Alam Sumatra Utara (Salam Sumut) berinisiatif mendirikan sebuah posko dibantaran sungai bernama Posko Jaga Sungai Deli.
Pendiri Salam Sumut, Lukman Hakim mengungkapkan bahwa latar belakang berdirinya Posko Jaga Sungai Deli ini melihat keadaan sungai yang semakin memprihatinkan.
"Kita buat Pos Itu karena melihat sungai Deli yang semakin hari semakin buruk. Makanya perlu ide gagasan yang kreatif untuk melestarikan sungai yaitu posko jaga sungai deli. Ini dibentuk teman-teman di tepian sungai Deli, mereka mau juga berkontribusi mengenai masalah lingkungan termasuk sungai," ungkap Lukman, Kamis (19/3/2020).
Posko yang baru terbentuk pada Februari lalu ini diharapkan Lukman dapat menjadi sebuah wadah yang bertugas untuk gotong-royong, bersih sungai, buat taman, dan bersih sampah yang fungsinya untuk pelestarian sungai.
Lukman menuturkan bahwa adanya Posko Jaga Sungai Deli ini disambut antusias oleh pihak Kelurahan Sei Mati.
Ia menuturkan bahwa saat ini ia berusaha agar posko ini dapat berdiri secara legal.
"Posko ini baru dibentuk. Kita komunikasi ke Kelurahan. Kelurahan menyambut baik adanya pos ini dan kita berharap ini dilegalkan dengan kelurahan dan berharap menjadi percontohan di wilayah bantaran sungai untuk ada Pos Jaga Sungai Deli untuk mengontrol masalah yang ada di sungai Deli termasuk sampah," tuturnya.
Lurah Sei Mati, Fahrul Rozi menyambut baik hadirnya Posko Jaga Sungai Deli ini untuk memantau kondisi yang terjadi di Sungai ataupun di sekitarnya. Ia menuturkan bahwa pihak Kelurahan Sei Mati akan segera melegalkan Posko Jaga Sungai Deli.
"Kita akan segera legalkan. Mau kita buat orang ini sah untuk dikelurahan sehingga peran mereka semakin meluas sehingga jangan hanya lingkungan 12 saja, karena tepi sungai ini dari lingkungan 7 sampai 12 agar mereka dapat membantu ke semua lingkungan," ungkap Fahrul.
• Salam Sumut Ingin Hadiahkan 2000 Ecobrik untuk Bumi
Fahrul menelaskan, peran masyarakat begitu penting karena selain membantu pelestarian sungai, juga membantu pendapatan masyarakat di daerah pinggiran sungai.
"Dengan adanya kesadaran masyarakat ini sangat terbantu ditambah lagi peran masyarakat mengumpulkan sampah. sehingga hasil sampah ini banyak manfaatnya seperti ecobric sehingga manfaat bisa memberikan output. Inilah yang kita harapkan," kata Fahrul.
Dikatakan Lukman, Posko Jaga Sungai Deli ini memiliki beberapa kegiatan rutin diantaranya yaitu kegiatan back up sampah dan pemantauan sungai.
"Program rutin itu kita ada back up sampah, membuat benteng alami sungai seperti menanam pohon jadi mengembalikan fungsi sungai. Kita juga ada buat taman yang dibuat oleh anak muda di sekitar sungai. Mereka akan berkontribusi penuh kepada masyarakat. Seperti kalau sungai meluap mereka bantu angkat barang masyarakat, menginfokan banjir," ujar Lukman.
Lukman menuturkan bahwa kegiatan back up sampah ini dilaksanakan selama dua hari sekali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sungai-deli-salam-sumut.jpg)