Kesehatan

GEJALA Tifus Mirip Covid-19, Simak Perbedaannya hingga Orang Tanpa Gejala (OTG)

Selain gejala tersebut patut juga diwaspadai orang tanpa gejala (OTG), yang dapat menulari banyak orang

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
momjunction
ilustrasi 

TRI BUN-MEDAN.com - Gejala seseorang terjangkit covid-19 (virus corona) umumnya ditandai batuk dan demam. 

Namun perlu juga kita ketahui gejala yang mirip dengan penyakit tifus.

Selain gejala tersebut patut juga diwaspadai orang tanpa gejala (OTG), yang dapat menulari banyak orang

Simak ulasannya di artikel ini.

//

Sejumlah kasus seputar virus corona atau Covid-19 menunjukkan bahwa tidak selamanya pasien yang positif terjangkit virus akan mengalami gejala yang umum.

Lantas, apa yang dimaksud OTG terkait virus corona?

 Nagita Slavina Makin Hobi ke Dapur sejak Pandemi Corona, Harga Mixer yang Dipakainya Jadi Sorotan

 COVID-19 - Jumlah Pasien Covid-19 Total 2.956 Kasus, Gejala Terjangkit Virus Corona Bersifat Ringan

 OTG merupakan kategori baru dalam pedoman penanganan virus corona yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

 

16 April 2020, Cara Klaim Listrik Gratis pln.co.id, Kode atau ID Pelanggan PLN 450 VA - 900 VA

Sebelumnya, kategori yang dirilis adalah pasien positif, pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang Fitra Hergyana mengatakan, OTG adalah seseorang yang tidak bergejala, tapi berisiko telah tertular virus corona dari pasien Covid-19.

"Selain itu, OTG memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19," kata Fitra saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut 5 Daerah di Jabar Ajukan Status PSBB

Kontak erat yang dimaksud yakni aktivitas berupa kontak fisik atau berada dalam satu ruangan, maupun telah berdekatan dengan jarak kurang dari 2 meter.

Kontak tersebut bisa dengan PDP maupun pasien positif Covid-19.

Rentang waktu kontak fisik itu dalam 2 hari sebelum kasus timbulnya gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

 Ini Alasan Glen Fredly Suka Pakai Topi Miring, Sudah Jadi Bawaan Sejak Lahir

 LANUD Soewondo Polonia Tampung Ratusan TKI Bermasalah dari Malaysia

Sementara itu, sebanyak 30 persen dari total pasien positif Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) terdeteksi tanpa gejala.

Para pasien tidak mengalami flu, batuk, sesak napas atau demam.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang Andani Eka Putra.

MATA dan Gejala Covid-19

Para ilmuwan di China menemukan sebuah kondisi yang mungkin menjadi gejala penyakit Covid-19.

Kondisi tersebut adalah conjunctivitis.

Conjunctivitis adalah inflamasi atau infeksi yang terdapat pada membran transparan (conjunctiva) pada mata.

Ketika conjunctivitis terjadi, pembuluh darah terinflamasi sehingga menimbulkan kondisi mata merah.

Dari 38 pasien positif Covid-19, sebanyak 12 pasien mengalami conjunctivitis.

Pada dua pasien, Virus Corona terdeteksi pada cairan mata dan hidung.

Oleh karena itu, para ilmuwan meyakini bahwa Covid-19 mungkin menular lewat air mata.

Hal ini berarti virus dapat berpindah apabila seseorang yang terinfeksi mengucek mata, kemudian memegang orang lain.

 “Beberapa pasien Covid-19 memiliki gejala pada mata, dan virus terdeteksi pada air mata pasien tersebut,” tutur ilmuwan Dr Liang Liang dari Departemen Oftalmologi China Three Gorges University, Yichang, China.

Mengutip WebMD, Dr Liang menyebutkan bahwa besar kemungkinan Virus Corona menyerang area mata pada pasien yang mengidap pneumonia akut.

Lebih parah pneumonia yang diderita, maka lebih parah pula conjunctivitis yang diderita pasien Covid-19.

Simpulan ini berdasarkan laporan yang dipublikasikan pada 31 Maret 2020 di JAMA Ophthalmology.

Kacamata pelindung

Terkait gejala ini, para petugas medis yang menangani pasien Covid-19 wajib mengenakan kacamata pelindung serta alat pelindung diri (APD) lainnya.

Dr Prachi Dua, dokter mata di Manhattan Eye, Ear, and Throat Hospital menyebutkan, petugas medis harus sangat berhati-hati terhadap gejala conjunctivitis pada pasien Covid-19.

Hal itu termasuk menghindari kontak dengan wajah dan mata, serta menggunakan kacamata pelindung dan tidak mengenakan kontak lensa.

“Kita semua harus waspada terhadap gejala satu ini, dan harus menanganinya dengan baik, termasuk dengan cuci tangan,” tutur Dr Dua.

Ia menuturkan bahwa seseorang yang terinfeksi Virus Corona bisa muncul dengan gejala mata merah, terasa bengkak, dan berair.

“Pasien seperti ini harus melakukan diagnosis dengan benar serta mengikuti langkah-langkah agar tidak me

mperluas penyebaran virus,” tambah Dr Dua.

Hal tersebut dibenarkan oleh Dr Alfred Sommer, seorang profesor epidemiologi dan kesehatan internasional di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore.

GEMPA PAGI INI di Maluku M 5,8 dan Lombok, Pergeseran Lempeng dan Dampak Guncangan, Diupdate BMKG

“Ini merupakan peringatan untuk kita semua bahwa conjunctiva bisa menjadi sumber infeksi yang menyebarkan virus ke orang lain,” tambahnya. 

Selain Covid-19 yang menjadi pandemi global, ada beberapa penyakit yang identik dengan musim hujan di Indonesia.

Antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD) dan tifus, yang kerap hadir saat musim banjir.

Ketiga penyakit ini sama-sama memiliki demam tinggi sebagai gejalanya.

Dibanding DBD, gejala tifus lebih mirip dengan gejala terinfeksi virus corona.  

 Sembako Bukan Uang Tunai, Bantuan Pemkab Deliserdang untuk Warga Kena Dampak Covid-19 (Corona)

Umumnya masa inkubasi bakteri penyebab tifus adalah 3-14 hari.

Beberapa gejala tifus antara lain:

1. Demam tinggi sekitar 39-40 derajat Celcius terutama pada malam hari

2. Sakit kepala

3. Lemas dan kelelahan

4. Batuk kering

5. Nyeri otot dan berkeringat

6. Penurunan berat badan

7. Sakit perut dan kehilangan nafsu makan

8. Kebingungan, kesulitan memperhatikan sesuatu

9. Diare dan pada beberapa kasus, feses berdarah

Ada kesamaan antara gejala tifus dan Covid-19 yaitu demam tinggi dan batuk kering.

Gejala Covid-19

Gejala awal infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 mirip seperti gejala flu.

Seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.

 PAKET Internet Gratis XL, Telkomsel dan Indosat Nikmati dari Rumah selama Wabah Corona,Ikuti Caranya

Gejala bisa menjadi lebih berat setelah itu.

Orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami demam tinggi, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun secara umum, ada tiga gejala yang menandakan seseorang terinfeksi virus SARS-CoV-2:

1. Demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius

2. Batuk

3. Sesak napas

 Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Medan dan Status PDP Corona Meningkat, Rincian Data Wilayah Medan

World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa masa inkubasi bisa berlangsung hingga 14 hari.

Baru-baru ini, peneliti menambahkan beberapa gejala yang mungkin terindikasi pada pasien Covid-19 seperti conjunctivitis (infeksi/ iritasi pada membran transparan mata sehingga menyebabkan mata merah), masalah pencernaan, lelah tanpa alasan, nyeri otot, juga sakit kepala.

GEMPA PAGI INI di Maluku M 5,8 dan Lombok, Pergeseran Lempeng dan Dampak Guncangan, Diupdate BMKG

kompas.com

 LANUD Soewondo Polonia Tampung Ratusan TKI Bermasalah dari Malaysia

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mata Merah Pertanda Gejala Corona dan Berpotensi Menular"

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved