Breaking News:

Ini Penjelasan dan Arti Mandi Pangir yang Sering Dilakukan Saat Ramadan

Khairul mengatakan bahwa hal tersebut sebuah budaya yg dilakukan oleh para leluhur, dengan tujuan agar disaat malam menjelang shalat tarawih.

TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
SEJUMLAH perajin yang berada di Dusun I, Desa Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga, Asahan tengah meracik pangir, Senin (20/4/2020). Usahan musiman pembuatan pangir ini telah berlangsung sejak puluhan tahun, secara turun temurun. 

Ini Penjelasan dan Arti Mandi Pangir yang Sering Dilakukan Saat Ramadan

TRIBUN-MEDAN.com- Ada beberapa tradisi yang sering dilakukan umat Islam ketika akan menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan.

Salah satunya adalah mandi bunga atau Marpangir.

Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad Hukum Ziarah Kubur Jelang Ramadan

Marpangir biasanya dilaksanakan satu hari sebelum puasa, sebagian masyarakat mengartikan kegiatan ini sebagai proses menyucikan diri menyambut bulan yang suci.

M.Zubeir Sipahutar (24 tahun) warga asli Sidempuan yang sedang berdomisili di Medan mengatakan bahwa kegiatan tersebut memang rutin dilaksanakan sebagian umat muslim disana (Sidempuan).

Ia bahkan mengatakan biasanya sekolah diliburkan dihari itu, dan masyarakatnya berbondong-bondong pergi ke pemandian untuk Marpangir bersama.

"Marpangir setiap tahun kami laksanakan, saya juga ikut. Sepengetahuan saya waktu saya tanya ke orangtua atau nenek, mereka bilang ini bagian dari tradisi ataupun peninggalan dari umat Hindu, karena umat Hindu sering mandi dengan bunga, setelah masuknya islam ke Indonesia dia menyatu secara alami, Marpangir itu artinya ramuan, jadi istilahnya Mandi dengan ramuan, biasanya isinya bunga mawar, kenanga, daun pandan, jeruk purut, daun limau,sabut kelapa dan biasanya direbus, itulah nanti nya akan dibawa kepemandian," katanya.

Ia mengatakan ada dua cara untuk melaksanakan Marpangir, pertama melakukannya sendiri di rumah atau bergabung dengan masyarakat, mandi di pemandian.

Berikut Jadwal Imsak Hari Pertama Ramadan 2020 di 34 Kota Besar Indonesia

"Kalau aku tiap tahun ke pemandian, karena sebagian besar momen ini juga dimanfaatkan untuk berekreasi bersama keluarga, sebelum mandi biasanya kami berdoa, kalau kita lihat dadi tradisi Hindu marpangir ini dipercaya untuk menghapus dosa, tapi kalai kami masyarakat mandailing tidak seperti itu, bisa dibilang ini adalah bentuk antusias dan kesenangan kami menyambut Ramadhan, kami menganggap bulan Ramadhan itu suci, maka dengan menyambutnya, kami juga bersuci," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Marpangir dilakukan bukan semata-mata untuk mengapuskan dosa, namun untuk lebih membuat badan jadi wangi dan lebih bersih.

Halaman
123
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved