Breaking News:

UPDATE Covid19 Sumut 10 Mei 2020

Menhub Buka Transportasi, Dairi Perketat Posko di Perbatasan, Bangun Rumah Isolasi di Desa-desa

Kalau bisa jangan pulang kampung. Kemampuan kami di daerah untuk mengatasi Covid-19 ini terbatas.

TRI BUN MEDAN/Dohu Lase
Bupati Dairi, Eddy Berutu (kiri) menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga terkena dampak ekonomi pandemi Covid-19, baru-baru ini. 

TRI BUN-MEDAN.COM, DAIRI - Menhub Budi Karya Sumadi belum lama ini merilis kebijakan membuka kembali transportasi publik ke luar daerah.

Sebelumnya, pada beberapa kali kesempatan, Bupati Dairi Eddy Berutu terus meminta kepada seluruh warganya di perantauan agar tidak pulang kampung, untuk mencegah potensi masuknya virus Corona ke Kabupaten Dairi.

"Jangan mudik! Tetap di kota masing-masing, tenang, santai, dengarkan arahan dari pemerintah setempat," ujar Eddy Berutu dalam pidatonya saat seremoni serah-terima bantuan terkait Covid-19 di teras rumah dinasnya, Rabu (22/4/2020) lalu.

Cara Efektif Bendung Covid-19 di Sumut lewat Strategi Berbasis Komunitas, Perlu Diterapkan!

Ketika dijumpai kembali baru-baru ini, Eddy Berutu meralat pernyataannya itu.

Ia tak lagi meminta para warganya di perantauan untuk tidak pulang kampung.

"Keputusan kami serahkan kepada masing-masing warga," kata Eddy, yang ditemui usai membagikan sembako kepada wartawan baru-baru ini.

Namun, untuk mengantisipasi gelombang mudik besar-besaran usai Menhub membuka kembali transportasi publik, pemeriksaan di perbatasan Kabupaten Dairi, kata Eddy, akan semakin diperketat.

Menurut Eddy, pandemi Covid-19 di Tanah Air belum betul-betul berakhir dan angka kasus Covid-19 di Dairi masih mungkin kembali melonjak.

"Sekarang ini, akibat tren (pulang kampung-red), rumah singgah Covid-19 Dairi di TWI Sitinjo menjadi penuh. Padahal, daya tampungnya terbatas. Oleh sebab itu, kita sekarang menyiapkan hall yang ada di sana untuk menjadi kamar, sekaligus memperhitungkan apa perlu disediakan rumah singgah cadangan di tempat lain," beber Eddy.

Upaya lainnya, lanjut Eddy, ialah meminta pemerintah masing-masing desa di wilayahnya untuk mengadakan rumah singgah bagi para perantau yang pulang kampung, untuk diisolasi selama 14 hari sebelum berkumpul dengan keluarganya masing-masing.

"Kami menjaga masyarakat yang ada di desa dan kelurahan, dan kami jaga juga perantau yang pulang sebelum bisa berkumpul dengan keluarganya di sini. Harus isolasi 14 hari," tegas Eddy.

Terkait perayaan Idulfitri mendatang, Eddy meminta, warga Dairi di perantauan untuk cermat memperhitungkan waktu mudiknya.

"Kalau bisa jangan pulang kampung. Kemampuan kami di daerah untuk mengatasi Covid-19 ini terbatas. Namun, kalau tujuannya sekadar bersilaturahmi, barangkali tidak tercapai. Kalau pulang sekarang untuk menyambut lebaran, percuma. Harus isolasi," ujar Eddy.

(cr16/tri bun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved