Tiba di Bandara Kualanamu, Jontara Kecewa Gak Bisa Balik ke Jakarta Kumpul dengan Keluarga

Saya datang ke sini karena ibu saya meninggal dunia. Sekarang saya mau pulang.Syarat-syarat sudah saya lengkapi

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/Indra Gunawan
Calon penumpang ketika melakukan check-in di counter Garuda Indonesia Bandara Kualanamu, Minggu, (10/5/2020) 

TRI BUN-MEDAN.com- Berbagai upaya dilakukan orang di Bandara Kualanamu untuk bisa pulang menumpangi pesawat, moda transportasi yang sudah diizinkan beroperasi lagi oleh pemerintah, di tengah situasi penyebaran virus Covid-19.

Ada yang berhasil, namun ada juga yang gagal karena dianggap tidak memenuhi kriteria untuk berangkat sesuai aturan Kementerian Perhubungan terkait penanganan Covid-19.

Seperti yang dialami Jontara Tamba.

Raut wajah kesal nampak darinya saat berada di area pelayanan maskapai Garuda Indonesia di lantai II bandara, Minggu (10/5/2020).

Saat itu, Jontara sudah memakai tas ransel dan menenteng satu plastik bolu Napoleon sebagai oleh-oleh.

Namun niatnya untuk kembali berkumpul bersama istri dan anak-anak tercinta di Tangerang gagal karena dianggap tidak memenuhi kriteria untuk memesan tiket dan terbang.

"Saya hanya mau pulang lo kenapa susah kali seperti ini. Saya datang ke sini karena ibu saya meninggal dunia. Sekarang saya mau pulang. Syarat-syarat sudah saya lengkapi sebenarnya tapi katanya (pihak Garuda) tidak bisa,"ucap Jontara Tamba.

Ia mengaku meski asli orang Kabupaten Samosir namun dirinya sudah lama ber KTP Tangerang. Hal ini lantaran dirinya sudah lama bekerja di salah satu perusahaan swasta di sana.

Ia menyebut datang ke Samosir karena ibunya meninggal dunia pada 21 April lalu.

" Namanya ibu saya meninggal ya saya pulang lah. Nah sekarang saya mau kembali lagi saya dipersulit seperti ini. Ini saya sudah kelamaan pulang nya karena semenjak tanggal 24 lalu penerbangan sudah tidak ada lagi. Sekarang sudah dibuka kembali sudah saya usahakan untuk bisa pulang tapi saya tidak bisa berangkat,"kata Jontara Tamba.

Disebutkannya kalau saat ini dirinya sudah mendapat Surat Peringatan (SP) pertama dari tempatnya kerja. Hal ini lantaran dirinya sudah terlalu lama tidak masuk kerja.

Dijelaskan untuk dapat pulang dan kembali bekerja ia pun sudah berupaya sekuat tenaga selama ini.

" Saya sudah bawanya surat keterangan dokter yang menyatakan saya sehat. Karena sudah dilakukan rapid tes dari rumah sakit Vita Insani. Kalau tiket belum diambil karena harus diverifikasi dulu data kita baru bisa beli tiket. Sudah ada juganya pengantar surat dari perusahaan. Kalau dipinta surat keterangan dari desa saya ya belum ada lah. Kalau surat kematian ibu saya dari rumah sakit Adam Malik sudah adanya ini saya bawa. Yang jelas sudah diperiksa pakai rapid tes saya,"kata Jontara Tamba.

Karena emosi surat pengantar dari kantor yang ia pegang pun terpaksa dikoyaknya saat itu karena dianggap tidak berpengaruh.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved