Kalah Gugatan, Wali Kota Siantar Tutup Pintu Ditanya Budi Utari

Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor enggan berkomentar ketika ditanya mengenai kekalahannya sekaitan gugatan yang dilayangkan mantan Sekda Siantar

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Ekspresi Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor seusai mengikuti sidang dengan agenda keterangan saksi di Pengadilan Negeri, Medan, Kamis (6/2/2020). Hefriansyah hadir sebagai saksi kasus Operasi Tangkap Tangan di kantor Badan Pemeriksaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pematangsiantar. 

SIANTAR,TRIBUN-Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor enggan menjawab ketika ditanya mengenai mantan Sekda Kota Siantar Budi Utari Siregar, yang memenangkan gugatan di PTUN Medan.

Saat ditemui, Hefriansyah Noor yang mengenakan kemeja puitih buru-buru masuk ke dalam mobil.

Ia kemudian menutup pintu mobil dan berlalu dari awak media.

Ditanya Wartawan Soal Solusi Pencegahan Covid, Hefriansyah: Macam Nggak Tahu Tingkah Orang Siantar

"Tanya Kabag Hukum aja lah," kata Hefriansyah Noor sembari meninggalkan Balai Kota Siantar, Rabu (13/5/2020) siang.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemko Siantar, Hery Oktarizal mengatakan saat ini timnya sedang menyusun memori banding untuk disampaikan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) melalui Pengadilan Negeri Tata Usaha Negara (PTUN).

"Belum bang, masih difinalisasi," kata Hery.

Namun, Hery mengaku tidak tahu apa yang menjadi alasan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor mencopot Budi Utari Siregar sebagai Sekda Kota Siantar.

Video TikTok Anggota DPRD Siantar di Bali Pasca-serahkan Berkas Pemakzulan Hefriansyah Noor

Hanya saja, di dalam memori banding nanti akan dipaparkan lebih lanjut mengenai persoalan ini.

"Banyak ya, nanti kita sampaikan kalau sudah selesai," jelasnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim PTUN Medan memutus memenangkan gugatan yang dilayangkan oleh mantan Sekda Budi Utari Siregar kepada Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor pada Rabu (29/4/2020) lalu.

Inilah Poin-poin Pemicu Pemakzulan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor

Dengan nomor registrasi perkara 294/G/2019/PTUN.MDN, Budi Utari SIregar menyatakan tergugat (Wali Kota Siantar) telah melakukan perbuatan melawan hukum dalam penerbitan Surat Keputusan nomor 800/619/XI/WK-THN 2019 tanggal 11 November 2019, tentang penjatuhan hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatan Sekda Kota Pematangsiantar kepada dirinya.

Selain itu, salah satu yang termuat dalam petitum (permohonan gugatan) tersebut, Budi Utari Siregar juga meminta Pemko Siantar memulihkan jabatannya sebagai Sekda Kota Pematangsiantar.(alj)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved