Penangkapan Geng Motor Ezto di Medan
Seorang Ibu Sebut Polisi Biadab Karena Tangkap Anaknya, Ternyata Sang Anak Ketua Geng Motor Sadis
Mengambil tindakan sesuai hukum kepada oknum polisi-polisi Helvetia Medan yang telah melaukan tindakan biadab kepada anak saya.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
Tribun Medan
Kolase foto Shinta Rumata Simanjuntak dan Kapolerestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir
Dimana, Isir menjelaskan bahwa saat ini kondisi korban Rico sudah tidak bisa hidup normal dan tak bisa melanjutkan study nya di SMA Santo Thomas 3 Medan.
"Jadi korban saat ini berada di rumah kerabatnya di Pekan Baru, masih dalam proses pemulihan.
Jari tidak bisa lurus lagi, jari korban patah. Korban berjalan tidak bisa normal, karena kakinya harus digeser dan harus dipapah.
Korban kondisi seperti ini tidak bisa meneruskan sekolah, dan berhenti melanjutkan studynya," ungkap Isir.
Bahkan ia menyebutkan biaya pengobatan ada sekitar 600 juta juta selama satu tahun pengobatan.
"Biaya pengobatan besar, hampir sekitar 600 juta ditanggung sama keluarga korban," tegasnya.
(vic/tri bunmedan.com)