Breaking News:

Ramadhan 2020

Masjid Raya Lubukpakam, Jejak Peradaban Islam dari Kesultanan Serdang

Kesultanan Serdang juga memiliki jejak pradaban Islam, seperti Masjid Raya Lubukpakam, yang terletak di Jalan Tengku Raja Muda Lubukpakam

TRIBUN MEDAN/AQMARUL
MASJID Raya Lubukpakam yang merupakan peninggalan Tengku Amir Mustafa Keturunan Kesultanan Serdang. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Tak hanya Kesultanan Melayu Deli saja yang memiliki jejak peradaban Islam di Sumut pada zaman kerajaannya.

Ternyata, Kesultanan Serdang juga memiliki jejak peradaban Islam, seperti Masjid Raya Lubukpakam, yang terletak di Jalan Tengku Raja Muda Lubukpakam Kabupaten Deliserdang.

Satu di antara keturunan Kesultanan Serdang, Tengku Mustafa TS menjelaskan Masjid Raya Lubukpakam bukanlah peninggalan dari Kesultanan Serdang.

Melainkan, peninggalan dari Tengku Amir Mustafa dengan gelar Raja Muda Serdang yang merupakan keturunan dari Kesultanan Serdang.

"Sejarah awalnya masjid ini adalah, pada mulanya Kesultanan Serdang itu letaknya di Pantai Labu. Jadi di sana itu sering banjir. Lalu oleh Sultan Sulaiman dipindahkan ke Perbaungan. Tapi Sultan Sulaiman tak mau bergabung dengan Belanda. Karena kedudukan kontuler itu dahulu di Lubukpakam," ujarnya.

Dikatakannya, pada masa itu Belanda menginginkan Kesultanan Serdang pindahnya ke Lubukpakam. Namun, Sultan Sulaiman tidak ingin pindah ke Lubukpakam. Lalu, pada saat itu juga ditugaskanlah paman Sultan Sulaiman yang bergelar Tengku Raja Muda Serdang, Tengku Amir Mustafa untuk mengurusnya. 

"Pindah ke Lubukpakam pada tahun 1889. Jadi, rumahnya itu pas depan Masjid Raya Lubukpakam yang saat ini menjadi Yayasan Anak Yatim yang rumah tinggi itu," tuturnya.

KEDUA nazir Masjid Raya Lubukpakam, sedang menunjukan sirene pengingat imsak dan berbuka puasa yang sudah berusia puluhan tahun,
KEDUA nazir Masjid Raya Lubukpakam, sedang menunjukan sirene pengingat imsak dan berbuka puasa yang sudah berusia puluhan tahun, (TRIBUN MEDAN/AQMARUL)

Setelah tinggal di Lubukpakam, Tengku Amir Mustafa membangun masjid pada tahun 1894. Nah, masjid yang dibangun tersebut merupakan Masjid Raya Lubukpakam saat ini.

Jadi, pada masa Kerajaan Melayu, sudah menjadi hal lumrah membangun Masjid.

"Jadi biasa, setiap Raja Melayu itu, pertamanya harus ada masjidnya. Karena, kalau dahulu, orang Melayu sudah pasti Islam. Bahkan, dahulu banyak mengatakan masuk Melayu, karena sudah pasti Islam. Jadi kemana pun Raja Melayu itu pergi, pasti dibangunnya Masjid," ucapnya.

Masjid Jamik Silalas Sei Deli, Masjid Tua di Medan yang Terlupakan

Halaman
12
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved