Breaking News:

Mareko Gea Ditemukan Tewas di Perkebunan Karet, Ada Luka Tusukan di Tubuh, Diduga Korban Pembunuhan

Korban saat itu hendak buang air kecil dan pergi ke kebun yang berada di belakang warung dan diduga diikuti oleh pelaku.

TRIBUN MEDAN/HO
POLISI melakukan olah tempat kejadian pascadugaan pembunuhan, Rabu (3/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, TAPSEL - Jasad seorang pria berusia 40 tahun ditemukan di sebuah kebun karet.

Mareko Gaea alias Ama Roli Gea warga Pintu Angin Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan di kebun karet milik warga ZN Lingkungan V Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapsel.

Pascapenemuan jasad yang terjadi pada Selasa (2/6/2020) kemarin, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap mayat pria tersebut.

Terkait penemuan, Kapolsek Batangtoru AKP Abdi Abdullah, mengatakan Polsek Batangtoru menerima informasi pembunuhan tersebut langsung turun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengamankan barang bukti.

Dari hasil keterangan para saksi, kejadian bermula pada hari Senin (1/6/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Di mana korban mengajak rekannya Marinus Bulolo untuk mengisi pulsa.

"Keduanya pergi dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 warna hitam tanpa nomor polisi ke warung milik Rianto Laia yang terletak di Lingkungan V. Sesampainya di warung, korban langsung mengisi pulsa. Setelah itu korban bersama dengan rekannya duduk-duduk di warung tersebut," ujarnya, Rabu (3/6/2020).

Lanjutnya, korban saat itu hendak buang air kecil dan pergi ke kebun yang berada di belakang warung dan diduga diikuti oleh pelaku.

Napi Kasus Pembunuhan Kabur Saat Pelaksanaan Ibadah

"Sekitar 10 menit kemudian, pelaku langsung mengajak istri beserta dengan anaknya pergi meninggalkan warung tersebut. Rekannya yang curiga dikarenakan korban tidak datang ke warung lagi, mencarinya di belakang dan ditemukan berlumuran darah dan diduga telah meninggal dunia," ungkapnya.

Sambung Kapolsek Batangtoru AKP Abdi Abdullah, rekan korban kemudian mendatangi rumah Amarata yang terletak di Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan dan melaporkan kejadian tersebut.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved