Nasib Keluarga Yahudi Cebol, Jadi Bahan Eksperiman Dokter Psikopat, Justru Selamat karena Fisiknya

tapi ternyata ada satu keluarga Yahudi asal Rumania yang bisa lolos dari holocaust meskipun sudah dimasukkan ke kamp konsentrasi Auschwitz.

Ade Sulaeman
Keluarga cebol Ovitz 

TRI BUN-MEDAN.com - Ketika Nazi Jerman berkuasa di hampir seluruh daratan Eropa (1939-1944), Adolf Hitler selain menerapkan kebijakan rasial terhadap warga Yahudi juga menghendaki penghapusan terhadap orang-orang yang dianggap tidak normal.

Mereka yang dianggap tidak normal itu adalah para kaum gipsi, warga infalid secara fisik, warga yang mengalami kelainan genetika bawaan, dan kaum transgender.

Sebagai orang-orang yang dikhawatirkan akan merusak ras Jerman (Arya), warga Eropa yang dianggap tidak normal itu langsung dimasukkan ke kamp-kamp konsentrasi untuk dibunuh dalam kamar gas beracun.

Sekitar 300.000 orang-orang invalid telah tewas di kamar-kamar gas kamp konsentrasi yang tersebar di berbagai negara.

Polres Tanah Karo Sita 27 Sepeda Motor Balap Liar, Kabag Ops : Kalau Tidak Lengkap Kita Sita

Misalnya kamp konsentrasi yang terkenal horornya sebagai lokasi pembunuhan massal (holocaust) warga Yahudi, yakni kamp Auschwitz, Polandia.

Tapi ternyata ada satu keluarga Yahudi asal Rumania yang bisa lolos dari holocaust meskipun sudah dimasukkan ke kamp konsentrasi Auschwitz.

Keluarga unik berjumlah 7 orang yang dikenal sebagai keluarga besar Ovitz itu bisa lolos dari holocaust karena semuanya bertubuh cebol.

Dengan semua badannya yang berukuran kerdil, keluarga Ovits ketika dimasukkan ke kamp Auschwitz sebenarnya bisa dipastikan tak akan pernah kembali dalam kondisi hidup.

Nenek Kamtin Berusia 105 Tahun Sembuh dari Covid-19, Begini Rahasianya

Tapi begitu masuk ke kamp Auschwitz, keluarga Ovitz yang sudah dikenal sebagai para pemain sirkus (Liliput Troupe), ternyata langsung menarik perhatian Dr Josef Mangele.

Sosok Dr Mengele adalah ilmuawan psikopat yang menggunakan kamp konsentrasi Auschwitz sebagai praktek untuk menguji eksperimen medisnya.

Halaman
12
Editor: Azis Husein Hasibuan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved