Galang Donasi dengan Prinsip Minim Sampah, Plastavfallbank dan Tampah Bagikan Buah ke Panti Sosial
Donasi yang diadakan komunitas pengelolaan sampah ini memiliki prinsip minim sampah dan juga mendukung pedagang dan petani lokal
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Komunitas yang bergerak di bidang pengelolahan sampah dan bank sampah, Plastavfallbank bersama Tampah Indonesia melakukan donasi yang ditujukan kepada panti sosial.
Tidak sama dengan donasi pada umumnya, donasi yang diadakan komunitas pengelolaan sampah ini memiliki prinsip minim sampah dan juga mendukung pedagang dan petani lokal dengan mendonasikan buah-buahan yang diproduksi oleh pengusaha lokal.
"Tujuan dari kegiatan donasi ini ada beberapa, yakni memberi asupan vitamin untuk meningkatkan imunitas, mengganti snack kemasan/gorengan dengan buah-buahan, meminimalisir sampah non organik dari donasi serta menggerakkan ekonomi lokal dengan membeli buah dari pasar dan pedagang setempat," ujar Bea Bethari, satu dari pendiri Plastavfallbank kepada Tri bun Medan, Rabu (10/6/2020).
Bea mengatakan, dalam menghadapi wabah juga tetap harus diiringi dengan kesadaran akan sampah yang dihasilkan.
Penggunaan kantung plastik ataupun bahan yang berpotensi menjadi sampah jika tidak diolah dengan tepat akan menjadi permasalahan baru, yakni pencemaran lingkungan.
• Arilynn Kumpulkan Donasi Lewat Biskuit Favorit Keluarga, Bantu Guru Honorer Terdampak Covid-19
"Jadi memang kegiatan ini kita ingin meminimalisir sampah yang dihasilkan dari kegiatan donasi dengan harapan buah-buahan tersebut bisa menjadi sumber vitamin dan peningkat daya imun tubuh secara alami," tambahnya.
Kegiatan donasi ini rencana disalurkan di seluruh wilayah di Indonesia.
Bea menjelaskan beberapa pihak tujuan donasi yang diprioritaskan dari donasi ini yakni panti asuhan, panti jompo dan panti bagi penderita difabel.
Dikatakan Bea, terdapat beberapa alasan menjadikan panti sosial sebagai tujuan donasi. Beberapa di antaranya adalah karena mereka yang tinggal di sana pada dasarnya memang hidup dari donasi, ada atau tidak ada wabah.
"Alasan memilih panti sosial sebagai target donasi ada beberapa hal, yang pertama karena mereka pada dasarnya hidup dari donasi, bahkan tanpa wabah ini. Yang kedua kita donasikan untuk manula dan anak-anak, terutama yang tidak tinggal bersama keluarga biasa, berisiko kekurangan nutrisi yang menjadikan mereka juga lebih berisiko tertular dan kena dampak kritis dari wabah ini," terang Bea.
Alasan selanjutnya, terang Bea juga karena alasan kemudahan penyaluran. Dengan penyaluran ke panti sosial lebih mudah untuk memastikan pemberian sudah tepat sasaran.
"Selain itu juga penghuninya banyak dan tersentralisasi, jadi pembagian bisa dipermudah karena cukup kirim ke satu lokasi bisa banyak yang menerima," tambahnya.
• Peduli Tenaga Medis, First Media Donasikan 4500 APD ke RS Rujukan Covid-19
Perempuan dengan nama lengkap Adora Beata Bethari ini menerangkan, hingga saat ini, donasi sudah terkirim ke tiga lokasi. Dengan rincian sebanyak enam panti sosial di Bandung, dua panti sosial di Malang dan Makassar.
Dalam pendistribusian dan pengumpulan donasi, aksi donasi minim sampah ini bekerjasama dengan komunitas minim sampah (zero waste) yang ada di seluruh Indonesia. Yang paling penting adalah, pemberian donasi tidak menggunakan wadah plastik.
"Dalam distribusi nya kita kerjasama dengan tim-tim zero waste senusantara, misalnya kemarin di Malang kita dibantu oleh komunitas Zero Waste Malang begitu juga di kota-kota selanjutnya. Rencananya kita donasi ke beberapa kota yang ada di Indonesia," kata Bea.
• Donasi Pembaca kompas.com dan tribunnews.com Sebesar Rp 780 Juta Disalurkan pada 3.728 Keluarga