Lebih 120 Daerah di Indonesia Berstatus Transmisi Lokal Covid-19, Medan Satu-satunya di Sumut

Data Kementerian Kesehatan RI, hingga Jumat (12/6/2020) tercatat sudah ada lebih 120 kabupaten/kota dari 32 Provinsi yang berstatus transmisi lokal

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/GITA
WARGA yang terkena razia oleh tim Pemko Medan di Jalan Padang Bulan, Kecamatan Medan Sunggal tepatnya di depan Citra Garden, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Wilayah transmisi lokal penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia terus bertambah.

Dari data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga Jumat (12/6/2020) tercatat sudah ada lebih 120 kabupaten/kota dari 32 Provinsi di Indonesia yang berstatus transmisi lokal.

Sementara untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan menjadi satu-satunya daerah yang berstatus zona merah sekaligus transmisi lokal penyebaran covid-19.

Artinya kasus infeksi terjadi antarmasyarakat.

Sebab virus corona sudah tersebar di tengah-tengah masyarakat lokal itu sendiri.

Dengan demikian, seseorang bisa terinfeksi tanpa harus bepergian ke luar wilayah.

Ini Sebaran Lonjakan Drastis 88 Orang Positif Covid-19 di Sumut, Kota Medan Sumbang 58 Kasus Baru

Ketua DPRD Sumut Sesalkan Ucapan Gubernur Edy soal KPK Harus Minta Izin untuk Periksa Kepala Daerah

Juru Bicara Gugus Tugas Perceparan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan mengatakan masih maraknya penyebaran covid-19 di Kota Medan tak lepas dari kurangnya disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan lebih luas.

"Jadi sekarang itu bukan kerja pemerintah saja, kerja semua. Seluruh organisasi dan lapisan masyarakat. Artinya kunci utama itu masyarakat. Tapi masyarakat disiplinnya kurang," ujarnya, Jumat (12/6/2020) sore.

Dengan kondisi saat ini, pihaknya terus menggodok sistem yang lebih tepat dalam upaya mencegah meluasnya virus Corona ini.

Apalagi masih banyak warga yang terkesan tidak perduli maupun tak takut virus tersebut.

"Agak sulit memang. Sedikit saja nanti dikerasi, nanti HAM. Salah semua persepsinya jadi," ungkapnya.

Truk Pengangkut Sawit Terjun ke Aliran Sungai, Sopir Tewas di Tempat, Sempat Tabrak Ayah dan Ibunya

Lebih lanjut dr Mardohar mengakui kondisi pandemi covid saat ini bak buah simalakama.

Jika semua aktivitas bisnis dan industri dihentikan maka akan berdampak dari sisi ekonomi.

Begitu juga sebaliknya jika kegiatan warga dan industri langsung diberlakukan seperti normal maka akan berdampak pada kesehatan warga yang berpeluang terpapar covid.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved