Breaking News:

Mengejutkan Sekdes Desa Bangun Sari Blak-blakan Manipulasi Anggaran, Kadis PMD Sumut: Bisa Dipidana

Selain itu, kata Edy Pramana, modus dugaan manipulasi yang dilakukannya dengan memotong honor panitia pemilihan BPD secara sepihak.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Sekretaris Desa Bangun Sari, Deliserdang, Sumatera Utara, Edy Pramana blak-blakan melakukan dugaan manipulasi anggaran pemilihan BPD. 

TRI BUN-MEDAN.com- Ketua Panitia Pemilihan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Bangun Sari sekaligus Sekretaris Desa Bangun Sari, Edy Pramana mengakui telah melakukan menipulasi anggaran pemilihan BPD.

Adapun, anggaran yang digelontorkan untuk melaksanakan pemilihan BPD Rp 30 Juta yang bersumber Alokasi Dana Desa (ADD). Akan tetapi, ada dugaan anggaran itu digelembungkan. Bahkan, ada panitia pemilihan BPD tidak mendapatkan honor.  

"Pemberian uangnya (honor panitia) tidak merata. Ada yang dapat Rp 1 Juta, ada Rp 2 Juta dan memang betul ada yang belum kami berikan. Tapi di LPJ (laporan pertanggungjawaban) saya buat merata.” ujarnya saat memberikan keterangan kepada Tribun-Medan.com, Senin (15/6/2020) sore.

Selain itu, kata Edy Pramana, modus dugaan manipulasi yang dilakukannya dengan memotong honor panitia pemilihan BPD secara sepihak.

 "Anggaran honor panitia pemilihan mencapai Rp 15,7 juta. Anggaran itu diluar dari honor ketua dan sekretaris," katanya.

Apabila anggaran Rp 15,7 juta dibagi 9 orang panitia maka seharusnya masing-masing panitia menerima Rp 1,7 juta.

Namun, pada kenyataannya Edy Pramana bersama Redi Wahyudi  (Sekretaris Panitia Pemilihan BPD Desa Bangun Sari) memberikan honor panitia dengan besaran yang berbeda-beda.

"Pak Amat saya kasi Rp1,8 Juta, Devi Rp 2 Juta, Sulaeman Rp 1 Juta, Rakuta Rp 1 Juta, Pak Rizki Rp 1 Juta. Lalu, N. Ginting Rp 1 Juta, Pak Lukman Rp 1 Juta, Pak Khairul Muslim belum kami berikan. Pak Legiman Rp 1 Juta, Khairul Sandi Rp 1 Juta. Memang betul tidak semua kami berikan, ada yang belum. Tapi nanti kami selesaikan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dalam anggaran juga tertera biaya sewa laptop Rp 2 Juta serta biaya konsumsi yang disebut-sebut sangat tinggi. Sehingga, ia tidak ingin transparan memberikan LPJ. 

Ia berkilah LPJ Pemilihan Anggota BPD Bangun Sari sudah diserahkan ke Bendahara Desa Bangun Sari, Eka Supriandi. Tetapi, saat dihubungi Eka menyatakan belum menerima LPJ dari panitia pemilihan BPD.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved