Nasib Nenek Parjiem, Tanah Wakaf Suami Dirampas Perusahaan Kertas, Kirim Preman Bayaran Teror Warga

Kata Parjiem, tanah wakaf tersebut dirampas sekelompok preman suruhan dari perusahaan kertas.

Tayang:
Istimewa
Nenek Parjiem 93 Tahun Datang ke BAKUMSU untuk mengaduhkan nasibnya 

Nenek Parjiem datang ke kantor BAKUMSU tidak sendirian. Ada belasan warga yang ikut serta. Di antaranya sekelompok laki laki yang usianya lebih mudah darinya.

Mereka semua melaporkan tindakan beringas para preman yang dibayar perusahaan untuk menakut-nakuti warga.

Awal mula wakafkan tanah

Nenek Parjiem menceritakan, puluhan tahun lalu, suaminya wakafkan tanah untuk perkuburan warga yang lokasinya di ujung Gang Rukun, Desa Dalu 10-A. Tanah itu diberikan kepada warga Desa Dalu-10 A, Dusun 5,6 dan 7. 

Akan tetapi, beberapa bulan belakangan itu tanah wakaf itu dibongkar tanpa izin dan sepengetahuan ahli warga.

Para warga pun tidak dilihatkan dalam musyawarah.

Perampasan itu dilakukan sepihak. 

Bahkan pemerintah desa, kecamatan serta kabupaten bungkam. Harus dipaksa manut.

Teror preman bayaran

Amarah warga tak berdaya melawan teror dari preman berseragam OKP. 

Pembongkaran tanah wakaf itu diduga dilakukan perusahaan kertas berinisial PT EIP.

Jadi jalan kampung yang lebarnya hanya beberapa meter itu kini dibugar untuk kepentingan kendaraan menuju tempat industri. 

“Pembongkaran tanah tanpa sepengetahuan kami. Dan warga dusun lainnya. Kami mohon bantuan dari Bapak-bapak untuk bantu warga karena mereka merampas tanah wakaf kami,” katanya. 

Akhyar Nasution Minta Maaf pada Warga terkait Covid-19, Pemko Medan Janji Transparan soal Anggaran

VIDEO Kepala Desa Mompang Julu Akhirnya Mengundurkan Diri, Buat Surat Pernyataan Pakai Materai 6000

Belasan warga Dalu 10-A melaporkan nasib mereka perihal penyerobotan tanah wakaf yang dilakukan perusahaan melalui premannya.
Belasan warga Dalu 10-A melaporkan nasib mereka perihal penyerobotan tanah wakaf yang dilakukan perusahaan melalui premannya. (Tribun Medan)

Rosdiana menambah, rumah dan mobilnya dilempar sekelompok orang yang tidak diketahui identitasnya.

Besar dugaan, pelaku pelemparan rumah itu merupakan preman yang tergabung di Organisasi Kepemudaan (OKP).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved