Preman Kampung Teror Warga, Lempari Mobil dan Rumah Tengah Malam, Tanah Wakaf Dirampas Perusahaan
Selain melakukan intimidasi, para preman yang diduga dibayar perusahaan juga melakukan pelemparan mobil dan rumah warga.
Kekuatan masyarakat yang jumlahnya besar bisa membatalkan pengerjaan jalan.
Namun, berselang satu pekan kemudian, mereka datang lagi untuk melakukan pengerjaan. Mereka datang membawa preman untuk melawan warga. Akibatnya, warga yang didominasi perempuan saling dorong dengan preman.
“Pada tanggal 7 April pekerja kembali turun bersama oknum preman dan mengintimidasi warga. Preman itu dihadapkan sama warga. Mereka membentak masyarakat yang protes. Aksi saling dorong pun terjadi,” ujarnya.
Berselang beberapa hari kemudian, warga akhirnya melakukan audiensi bersama Pemkab Deliserdang.
Pada audiensi itu, Pemkab Deliserdang menyatakan bila warga keberatan adanya pembangunan jembatan maupun jalan layangkan gugat ke PTUN saja.
Tidak hanya itu, perwakilan warga juga sudah bertemu Anggota DPRD Deliserdang dan Wakil Bupati Deliserdang Yusuf Siregar.
Namun, belum ada tanda tanda pengerjaan jalan dihentikan. Sebab, pekerja terus beraktivitas di lokasi.
“Kami memohon kepada Bapak-bapak di BAKUMSU bisa membantu kami. Bisa melakukan pendampingan agar kami bisa terus bergerak melawan,” katanya sembari meneteskan air mata.
Staf Divisi Studi dan Advokasi BAKUMSU, Abdul Hamil Sembiring menyampaikan, BAKUMSU pada prinsipnya akan melakukan pembelaan ataupun advokasi terhadap warga yang menjadi korban penindasan.
Meski begitu, ia menyarankan masyarakat untuk solid dan membentuk komunitas.
“Yang dihadapi Bapak dan Ibu adalah preman dan perusahaan. Sehingga, Bapak dan Ibu harus solid dan bersatu. Dan saling menjaga untuk tidak melakukan pemukulan serta Pengerusakan. Intinya jangan ada kontak fisik,” ujarnya.
Mengenai laporan masyarakat, kata dia, dipertimbangkan. Sehingga, akan menjadi pembahasan bersama dengan kawan kawan staff BAKUMSU lainnya. Meski begitu, dalam beberapa hari kemudian warga sudah mendapat keputusan.
“Kami juga akan turun langsung ke lokasi. Melihat kondisi di lapangan,” ungkapnya.
(tio).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nenek-parjiem-93-tahun.jpg)