Setelah Punya Apache, TNI Bakal Punya Pesawat V-22 Osprey, Nilai Kontraknya Rp 28.8 Triliun
MV-22 Block C Osprey akan melengkapi koleksi senjata TNI AD melalui Puspenerbad yang sebelumnya sudah mengoperasikan helikopter serang Apache.
dua puluh (20) AN/AAR-47 Missile Warning System;
dua puluh (20) AN/APR-39 Radar Warning Receiver;
dua puluh (20) AN/ALE-47 Countermeasure Dispenser System;
dua puluh (20) AN/APX-117 Identification Friend or Foe System (IFF);
dua puluh (20) AN/APN-194 Radar Altimeter;
dua puluh (20) AN/ARN-147 VHF OmniDirectional Range (VOR) Instrument Landing System (ILS) Beacon Navigation System;
empat puluh (40) ARC-210 629F-23 Multi-Band Radio (Non-COMSEC);
dua puluh (20) AN/ASN-163 Miniature Airborne Global Positioning System (GPS) Receiver (MAGR);
dua puluh (20) AN/ARN-153 Tactical Airborne Navigation System;
dua puluh (20) Traffic Collision Avoidance System (TCAS II); dua puluh (20) M-240-D 7.64mm Machine Gun;
dua puluh (20) GAU-21 Machine Gun; Joint Mission Planning System (JMPS) with unique planning component; publikasi dan dokumentasi teknis;
suku cadang pesawat terbang dan suku cadang perbaikan; perbaikan dan pengembalian; layanan pengiriman ferry; dukungan tanker; peralatan pendukung dan uji; pelatihan personil dan peralatan pelatihan; perangkat lunak; kontraktor Pemerintah AS dan engineering, logistik, dan layanan dukungan teknis; dan elemen pendukung teknis dan program lainnya.
Melansir the drive, meski V-22 Osprey tidak murah, tapi sangat cocok untuk Indonesia, negara kepulauan yang terdiri dari 17.000 pulau.
Bell Boeing V-22 Osprey sendiri merupakan sebuah pesawat terbang militer tiltrotor sayap tinggi (high wing) dengan kemampuan vertical takeoff and landing (VTOL) dan short takeoff and landing (STOL).
Rancangan baling-balingnya unik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pesawat-v-22-osprey.jpg)