Setelah Punya Apache, TNI Bakal Punya Pesawat V-22 Osprey, Nilai Kontraknya Rp 28.8 Triliun

MV-22 Block C Osprey akan melengkapi koleksi senjata TNI AD melalui Puspenerbad yang sebelumnya sudah mengoperasikan helikopter serang Apache.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
facebook
Setelah Punya Apache, TNI Bakal Punya Pesawat V-22 Osprey, Nilai Kontraknya Rp 28.8 Triliun. Pesawat V-22 Osprey 

Baling-balingnya bisa diubah menghadap keatas atau kedepan.

Pesawat ini didesain dengan menggabungkan kelebihan fungsionalitas dari helikopter konvensional dengan performa jarak jauh dari pesawat terbang turboprop (berbaling-baling).

Saat take off dan landing, pesawat ini biasanya dioperasikan dalam mode helikopter dengan nasel vertikal dan rotor horizontal.

Setelah terbang, nasel dirotasikan 90 derajat kedepan untuk melakukan penerbangan horizontal, menjadikan pesawat dalam mode turboprop konvensional yang lebih efisien dan cepat.

Artinya, V-22 memiliki kelebihan karena pesawat sayap tetap ini mampu terbang diam layaknya helikopter.

V-22 diproduksi dalam beberapa varian sesuai kebutuhan.

V-22 Osprey yang dioperasikan TNI AL Amerika
V-22 Osprey yang dioperasikan TNI AL Amerika (facebook)

Melansir angkasa news, setidaknya ada 7 varian V-22 Osprey yang sudah masuk jajaran operasional.

Varian awal, V-22, merupakan versi paling standar, sedangkan CV-22 merupakan varian khusus yang dikembangkan untuk Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM).

Ada juga varian MV-22B yang digunakan Korps Marinir AS. Varian ini memiliki kemampuan untuk beroperasi dari kapal perang.

Sedangkan untuk AL AS, dikembangkan varian CMV-22 dengan kapasitas bahan bakar yang lebih besar.

Selain untuk mengangkut pasukan dan logistik, varian EV-22 yang menjadi pesawat kontrol dan peringatan dini (Airborne Early Warning and Control).

Dua varian terakhir adalah HV-22 untuk misi pencarian dan pertolongan dan SV-22 yang dikembangkan secara khusus menjadi helikopter anti kapal selam.

Selain harganya mahal, biaya operasi Bell Boeing V22 Osprey juga tidak murah.

Melansir goodnewsfromindonesia, Bell Boeing V22 Osprey membutuhkan 11.000 dolar AS per jam dibandingkan Helikopter Chinook sebesar 4.600 dolar AS per jam.

V-22 Osprey dibuat oleh Amerika Serikat melalui program Defense Joint-service Vertical take-off/landing Experimental (JVX), yang dimulai pada tahun 1981.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved