Jalani Wisuda Daring, Wisudawan Terbaik USU Febry Gunawan: Yang Terpenting Esensi Wisudanya

Wisuda bukanlah hanya sekadar seremonial, tetapi lebih dalam lagi adalah memaknai ilmu yang didapat untuk mengabdikannya kepada masyarakat.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
FEBRY Indra Gunawan Sitorus, wisudawan terbaik USU dalam Wisuda periode III Tahun Akademik 2019/2020 saat berfoto dengan kedua orangtuanya. 

"Biasanya metode belajar saya itu saat selesai bahas satu topik di kampus, itu saya pelajari lagi di kos atau diskusi sama kawan-kawan. Yang penting paham konsep nya dan pengembangan nya seperti apa. Karena kalau ujian juga kan jawabannya fleksibel," ucapnya.

Menjalani wisuda secara online, Febry tak memungkiri kedua orang tuanya sudah melakukan persiapan. Seperti merencakan transportasi untuk pergi ke Medan, akomodasi dan lainnya.

HARI INI USU Gelar Wisuda Online, Pertama Kali Dalam Sejarah, Pesan Rektor Runtung Sitepu

Namun ia mencoba memberikan pengertian kepada kedua orang tuanya, bahwa karena pandemi wisuda harus dilakukan secara online.

"Yang pasti mereka sedih, tapi karena ini juga bukan keinginan kita semua jadi akhirnya bisa terima. Awalnya memang sudah sempat melakukan persiapan untuk wisuda saya sejak bulan Februari lalu," katanya.

Ingin Menjadi Hakim dan Dosen

Usai menyelesaikan studi S1 nya dengan predikat terpuji atau cumlaude, Febry mengaku bercita-cita ingin menjadi dosen dan hakim. Ia berencana melanjutkan studi S2 nya dengan beasiswa LPDP.

"Sekarang lagi persiapan lanjut S2, tapi karena pandemi kan banyak yang tertunda. Jadi rencananya mau magang atau kerja dulu di kantor-kantor Advokat," katanya.

Jika memungkinkan, Febry berencana akan magang di luar kota terkhusus Jakarta. Ia berharap untuk mengisi waktunya menunggu beasiswa S2 dan sekolah hakim, ia bisa mendapatkan pengalaman di Kantor Hukum.

"Kalau memungkinkan ingin ke Jakarta. Ingin mencari pengalaman dulu sembari mengisi waktu luang," katanya.

Bagi pria kelahiran 27 Januari 1997 ini, wisuda online merupakan hal yang bermakna karena meskipun di tengah pandemi prosesi nya masih bisa berlangsung dengan khidmat karena bantuan teknologi.

"Walaupun orang tua saya sangat menginginkan wisuda secara langsung, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk tidak punya semangat ke depan. Saya tetap bisa merasakan khidmat wisuda meskipun dilakukan dengan bantuan teknologi," tuturnya.(cr14/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved