Jalani Wisuda Daring, Wisudawan Terbaik USU Febry Gunawan: Yang Terpenting Esensi Wisudanya
Wisuda bukanlah hanya sekadar seremonial, tetapi lebih dalam lagi adalah memaknai ilmu yang didapat untuk mengabdikannya kepada masyarakat.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sakral dan penuh haru, begitulah biasanya suasana yang mengiringi prosesi wisuda di sebuah perguruan tinggi.
Wisuda merupakan momentum paling ditunggu sebagai sebuah simbol untuk siap mengabdikan diri dan ilmu yang didapat kepada masyarakat.
Namun hal ini tak bisa dirasakan oleh Febry Indra Gunawan Sitorus, seorang wisudawan terbaik USU pada Wisuda Daring Universitas Sumatra Utara periode III Tahun Akademik 2020 yang dilaksanakan Senin (20/7/2020) melalui live premiere youtube.
Kendati begitu, mahasiswa lulusan Fakultas Hukum USU ini mengaku tak keberatan.
Baginya, wisuda bukanlah hanya sekadar seremonial, tetapi lebih dalam lagi adalah memaknai ilmu yang didapat untuk mengabdikannya kepada masyarakat.
"Meskipun kondisinya begini, puji Tuhan saya tetap bisa mengikuti wisuda secara daring. Karena bagi saya yang terpenting adalah esensi wisuda itu sendiri. Bagaimana kita merefleksikan ilmu yang kita dapat, dan berguna untuk masyarakat," ujarnya saat diwawancarai Tri bun Medan melalui saluran telepon, Senin (20/7/2020).
• Wisuda Virtual Bikin Penjual Souvenir Wisuda Terpuruk, Omzet Anjlok hingga 95 Persen
Febry menyelesaikan skripsi dalam rentang waktu yang sangat singkat, yakni satu bulan. Ia menyelesaikan studi S1 nya dengan waktu 3 tahun 10 bulan dan dengan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK 3.88. Ia menjadi wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi di Fakultas Hukum.
Tak hanya itu, ia juga mengantongi segudang prestasi. Satu di antara nya adalah menyabet juara I pada Debat Konstitusi MPR RI Nasional di Jakarta pada tahun 2019.
"Waktu itu ngajukan judul sebenarnya bulan Juli 2019. Tapi karena fokus untuk persiapan lomba jadi beberapa bulan skripsi ditinggal dulu. Baru aktif lagi mengerjakan skripsi itu sejak bulan Maret hingga April 2020," katanya.
Febry mengaku sudah menyukai bidang akademik sejak kecil. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar Febry tak pernah absen menjadi juara kelas.
Selama menjalani kuliah di Fakultas Hukum USU, ia pun aktif di organisasi yang bergerak di bidang akademis. Seperti menjadi Ketua Umum pada UKM Debat Debating Club FH USU pada 2019 sampai 2020 hingga menjadi Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan BEM FH USU.
"Sebenarnya memang dari kecil sudah suka belajar. Tapi untuk masuk hukum itu bukan tujuan awal. Karena dari SMA saya berasal dari rumpun ilmu eksakta," katanya.
• Wisuda Online USU Dilakukan Besok, Live Premiere di YouTube
Perasaan Febry menjadi mahasiswa berprestasi baginya adalah berkat dari Tuhan. Karena sebagai mahasiswa Bidikmisi tak jarang ia mengalami kendala secara finansial.
"Saya kan berasal dari Labura, di sini kos. Pasti enggak beda dengan mahasiswa lainnya tentu ada kendala di masalah finansial. Kadang mau ikut lomba juga kendala di dana. Tapi Puji Tuhan karena dukungan orang tua saya selalu punya semangat belajar," katanya.
Febry mengaku selalu mengulang pelajaran yang ia dapat usai kuliah saat kembali ke kos atau berdiskusi dengan rekan-rekannya di UKM. Baginya berada di rumpun ilmu nonton eksak seperti Ilmu Hukum merupakan hal yang penting untuk berdiskusi dan bertukar pikiran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wisuda-virtual-esensi.jpg)