News Video

Djarot Saiful Hidayat Blak-blakan Kritisi Kinerja Pejabat Medan

Djarot Syaiful Hidayat buka-bukaan kandidat mana yang akan didukung maupun ditolak, fokus ke Bobby Nasution dan Akhyar Nasution

Penulis: Alija Magribi | Editor: Hendrik Naipospos

"Aspirasi untuk tidak bekerja sama dengan Partai Demokrat dan PKS juga banyak saya terima. Hal tersebut juga positif. Dengan kebersamaan antara Demokrat dan PKS yang berada di luar pemerintahan, sehat bagi demokrasi," ujarnya.

Dijelaskannya, dalam mengusung calon kepala daerah termasuk Gibran dan Bobby Nasution, PDIP mengambil keputusan atas dasar pertimbangan ideologis.

"Utamanya bagaimana Pancasila dijalankan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara," jelasnya.

Djarot menjelaskan, PDIP selalu mendorong kerjasama politik dengan seluruh partai pengusung pemerintahan Jokowi.

Kerjasama parpol dalam pilkada, kata dia, merupakan embrio kerjasama Pemilu 2024 yang akan datang.

“PDI Perjuangan sendiri memilih terus mengedepankan semangat gotong royong dan siap bekerja sama dengan parpol pendukung Pemerintah,” ujarnya.

Seperti diketahui, di Solo, kandidat yang diusung PDIP dan koalisinya adalah Gibran-Teguh, sementara PKS dan Demokrat tak ada sebagai pengusung.

Di kota Medan, kedua partai itu memberikan sinyal dukungan kepada petahana yang juga kader PDIP Akhyar Nasution, bertarung dengan Bobby Nasution.

 BREAKING NEWS: Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Diketahui, Akhyar Nasution sambangi Kantor Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sumatera Utara, di Jalan Kenanga Raya, Kota Medan, Selasa (14/7/2020).

Kunjungan itu dilakukan Akhyar jelang pengumuman nama-nama calon kepala daerah yang diusung oleh PDI-Perjuangan,

Akhyar mengatakan, sudah menjalani komunikasi yang lama dengan PKS untuk bersama-sama maju dalam Pilkada Medan.

"Saya datang tidak pada detik-detik terakhir pengumuman 15 nama, komunikasi sudah panjang dan lama," kata dia, usai rapat dengan pengurus DPW PKS.

Ia mengatakan, sejauh ini dirinya memiliki kesepahaman dengan PKS untuk membenahi kota Medan dalam pilkada Desember mendatang.

"Silaturahmi, terjadi kesepahaman bersama menghadapi kota Medan bersama. Dan kita akan jalan bersama-sama," katanya.

Hingga saat ini, Akhyar tidak mengetahui apakah akan dipasangkan dengan siapa untuk maju pada pilkada Medan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved