News Video

Djarot Saiful Hidayat Blak-blakan Kritisi Kinerja Pejabat Medan

Djarot Syaiful Hidayat buka-bukaan kandidat mana yang akan didukung maupun ditolak, fokus ke Bobby Nasution dan Akhyar Nasution

Penulis: Alija Magribi | Editor: Hendrik Naipospos

Sebab, PKS sebelumnya mendeklarasikan Salman Alfarisi untuk maju sebagai calon Wali Kota Medan.

Menurutnya, hal terpenting yang perlu dibangun pada tahap awal adalah kesepahaman. Masalah siapa pasangannya nanti dapat diumumkan.

"Mengenai siapa orangnya nanti itu akan diumumkan, yang penting kesepahaman sudah terbangun," jelasnya.

Demokrat Dukung Akhyar

Sementara itu, Partai Demokrat diketahui memberi sinyal kuat mendukung Akhyar Nasution.

Bahkan, Akhyar Nasution sempat dirumorkan pindah ke Partai Demokrat.

Hal ini santer dikabarkan karena beredar foto dirinya bersama petinggi partai Demokrat di Jakarta.

Dalam foto tersebut, Akhyar dikabarkan menerima surat tugas dari petinggi Demokrat.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain mengatakan, menjelaskan kehadiran Akhyar ke DPP Partai Demokrat di Jakarta, Kamis (11/6/2020) )lalu untuk menerima surat dukungan.

"Jadi sebenernya foto itu untuk memberikan dukungan kepada Akhyar untuk maju Pilkada Medan. Kita mendukung Akhyar menjadi calon Wali Kota Medan, bukan sebagai kader," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2020).

Herri mengatakan, Partai Demokrat menyerahkan keputusan mengenai pendamping kepada Akhyar.

"Jadi kita mendukung Akhyar menjadi calon Wali Kota Medan dan kami serahkan dukungannya dan kita serahkan kepada beliau untuk mencari pendampingnya," ucapnya.

Diakui Herri, dengan 4 kursi Partai Demokrat belum bisa mengusung pasangan calon sendiri. Harus berkoalisi dengan partai lain.

"Kita kan masih kurang, tinggal nyari 6 kursi lagi. Beliau (Akhyar) harus cari koalisi lain. kita serahkan sama beliau. Soal batas waktunya, kita berikan sampai dia dapat, itu kemudahan yang diberikan Demokrat," katanya.

Ia pun membantah kabar yang mengatakan Akhyar meninggalkan PDIP dan pindah ke Partai Demokrat.

Herri menjelaskan, alasan Partai Demokrat mendukung Akhyar karena elektabilitas Akhyar cukup tinggi dan bersih.

"Dia itu orangnya sederhana dan juga pekerja keras. Di samping itu, ya dia juga sampai saat ini masih bersih, elektabilitasnya juga cukup tinggi. Sehingga Demokrat melihat dia sebagai sosok yang tepat untuk menjadi Wali Kota Medan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved