Breaking News:

KRONOLOGI Wanita Dihipnotis dalam Angkot di Medan, Cara Pelaku Pegang Tangan Korban, Gasak Cincin

Tiga orang laki-laki ke dalam angkot yang melakukan tipu daya terhadap Lina dengan cara memegang tangan korban.

istimewa
Seorang pria yang diduga pelaku diamankan petugas, Jumat (24/7/2020). 

T R I B U N-MEDAN.com, MEDAN -

Malang nasib wanita paruh baya yang diketahui bernama Yusdelina Nasution (51) warga Bersama Gg Jaya Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung.

Pasalnya, Yusdelina atau yang karib disapa Lina, menjadi korban hipnotis saat berada di dalam angkutan umum.

Peristiwa yang dialami korban terjadi di dalam angkutan umum bernomor trayek 46, saat berada di Jalan Prof HM Yamin, Jumat (24/7/2020).

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu ALP Tambunan mengatakan saat itu korban menumpangi angkutan umum dengan tujuan ke Pajak Ikan.

"Kemudian naik tiga orang laki-laki ke dalam angkot yang melakukan tipu daya terhadap Lina dengan cara memegang tangan korban. Pelaku kemudian mengatakan kepada korban bahwa 'ibu sakit ini' sambil mengurut tangan korban," ujarnya.

Lanjut Kanit Reskrim, setelah mengurut tangan korban, pelaku kembali mengatakan 'cincin ibu memghalangi, tolong dibuka dan simpan aja di dompet' sambil tetap mengurut korban.

"Sesampainya di Jalan Prof HM Yamin Simpang Jalan Bedagai, korban tersadar dan mengecek Cincin emasnya sudah tidak ada lagi di jarinya dan di cek di dompet juga tidak ada. Ketiga orang laki-laki tersebut turun dari dalam angkot secara bergantian," ungkapnya.

Yang pertama turun, sambung Iptu ALP Tambunan, yang berperan sebagai mengurut korban.

Disusul seorang temannya dan yang terakhir berhasil diamankan oleh korban dan dibantu oleh masyarakat.

"Kami yang mendapat informasi adanya pelaku pencurian diamankan oleh massa langsung bergerak ke TKP. Sesaimpainya di TKP kami langsung mengamankan pelaku dan memboyong ke komando," ucapnya.

Adapun identitas yang diamankan petugas yakni, S Sembiring (55) warga Dokumsiroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.

"Hasil interogasi terhadap seorang yang diamankan yakni, dia tidak kenal dengan orang yang mengurut tangan korban. Kemudian keterangan korban juga menjelaskan bahwa laki-laki yang mengurut tangan korban lebih dulu turun. Namun peran yang diamankan adalah mengancam korban dengan mengatakan 'mati nanti kalian'," pungkasnya.

(mft/t r i b u n-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved