Tanpa Perang, Inilah Cara Gampang Agar Indonesia Bisa Buat Miskin Malaysia, Prabowo Sanggup?
Yang paling kentara ialah perkuatan pulau Natuna yang dihuni oleh Batalyon Komposit yang berisi satuan pemukul dari TNI AD, TNI AL, TNI AU.
TRI BUN-MEDAN.com - Sejak dipimpin oleh Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan sebagai menterinya. Indonesia gencar memperkuat satuan militernya.
Berawal dari pembangunan postur ideal militer Indonesia yang terus digenjot oleh pemerintah.
TNI, sebagai garda terdepan penjaga marwah bangsa mesti dikuatkan demi sebuah kedaulatan.
Sekarang postur kekuatan pertahanan itu sudah mulai nampak.
Hanya satu tujuannya, demi jayanya Indonesia.
• Purnawirawan Jenderal Bintang Dua Ini Optimistis Lolos Verifikasi Faktual Pilkada Simalungun
Maka dari itu supaya tak gertak sambal saja dan menunjukkan jika Indonesia bakal tegas menindak setiap pelanggaran teritori, pemerintah sudah mengambil langkah-langkah strategis.
Salah satunya mempersenjatai pulau Natuna.
Melalui Minimum Essential Force (MEF) alias Kekuatan Pokok Minimum yang terbagi tiga tahap, TNI mulai mendorong maju arsenal perangnya ke perbatasan antar negara.
Yang paling kentara ialah perkuatan pulau Natuna yang dihuni oleh Batalyon Komposit yang berisi satuan pemukul dari TNI AD, TNI AL, TNI AU.
• Agar Bisa Beli Smartphone untuk Bermain Game PUBG, Siswa SMA Rekayasa Penculikan Dirinya
Anggaran pertahanan Indonesia yang semakin meningkat setiap periodenya berimbas pada belanja alutsista gila-gilaan oleh TNI yang bisa membuat meradang seluruh kawasan.
Setelah pembangunan infrastruktur macam pelebaran dermaga, pembangunan landasan pacu, hanggar dan barak prajurit selesai maka isian 'alat penggebuk' pun mulai disuntikkan ke Natuna.
Kapal Selam Indonesia, KRI Ardadedali 404. Dipastikan Natuna bakal diisi oleh unsur kapal selam Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang ditempatkan di Natuna pun tak main-main.
• Persiapan Umum PON Papua, Diva Az Zahra Bersepeda Selama 1,5 Jam
Di sana disiagakan tiga KRI ukuran besar sekelas Fregat Bung Tomo class dan Korvet Diponegoro class untuk melakukan patroli di perairan Natuna dan laut China Selatan.
Terbaru tentunya korvet kelas Parchim TNI AL yang tanpa diduga ternyata ikutan nimbrung di Natuna.
Sedianya juga akan ditempatkan kapal selam di Natuna untuk menanggulangi aspek peperangan bawah laut.