Breaking News:

Sempat Terhalang Pandemi, Seniman Grafiti di Medan Gelar Bomb Ink Clan

Acara ini merupakan kegiatan untuk mengumpulkan kembali para pegiat seni rupa di Kota Medan untuk berkarya bersama.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
SEJUMLAH pegiat seni rupa di Medan saat melakukan jamming gambar bersama beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Geliat seni rupa di Medan terus bergulir seolah tak ingin mati ditelan zaman.

Hal ini bisa dilihat dari masih banyaknya acara-acara kolektif yang dibuat para perupa untuk terus menghidupkan skena seni rupa di Kota metropolitan ini.

Satu di antara acara kolektif tersebut bertajuk Bomb Ink Clan. Awalnya direncanakan digelar pada Mei lalu, Bomb Ink Klan sempat tertunda selama tiga bulan.

Acara Bomb Ink Klan dilakukan hari Minggu (30/8/2020) di Cafe Keta Jalan dr Mansyur Medan.

Seorang pegiat seni rupa khususnya grafiti, Bast mengatakan, acara ini merupakan kegiatan untuk mengumpulkan kembali para pegiat seni rupa di Kota Medan untuk berkarya bersama.

"Sebenarnya tujuannya pengin jadi wadah ngumpul para pelaku seni, khususnya di bidang seni rupa. Kita juga jamming gambar sama-sama. Tapi karena acaranya kolektif tentu enggak mewah-mewah gitu, yang paling penting silaturahminya," ujar Bast saat diwawancarai Tribun Medan, Minggu (30/8/2020).

TBSU Gelar Seni Budaya Daerah, Ajang Pengobat Rindu Berkesenian Sumut di Masa Pandemi

Dalam acara kolektif ini, ujar Bast, juga didukung oleh para perupa Medan dari berbagai skena. Beberapa di antaranya yakni Street Art Medan, Lowrider, dan beberapa skena dari luar Kota Medan seperti Tebingtinggi, Aceh dan Pekanbaru.

Ia juga mengatakan acara ini sebagai hajatan memperingati satu tahun Bomb Ink Clan.

"Selain nama event nanti, Bomb Ink Clan ini sebenarnya tim gambar, semacam kru. Berawal dari coret-coret di tembok, terus jumpa kawan jadi bikin wadah untuk bisa kumpul. Harapannya sih dengan bareng-bareng stigma negatif yang bilang kalau gambar kita itu bikin polusi mata bisa berubah," kata dia.

Awalnya, Bast mengatakan bahwa mereka berencana mengambil lokasi di sebuah gang di Jalan Gatot Subroto Medan. Namun karena lokasi yang sangat kecil, jamming grafiti dilakukan di lapangan parkir Keta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved