Liga 2 Ikut Ditunda, PSMS Manfaatkan Untuk Matangkan Strategi

Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang menyebutkan, manajemen bersama tim pelatih pun mengambil langkah bijak terkait penundaan liga.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pemain PSMS Medan Yohanis Nabar (tiga kiri) berusaha melewati kawalan rekannya saat mengikuti latihan di Lapangan TGM, Medan, Rabu (30/9/2020). PSMS Medan terus melakukan persiapan untuk menjaga kondisi pemain jelang bergulirnya Liga 2. 

"PSSI mengapresiasi kepada klub yang sudah bersemangat, berkorban, dan mempersiapkan tim-timnya untuk kelanjutan kompetisi ini. Mari berharap agar pandemi virus corona segera membaik sehingga kompetisi bisa bergulir lagi pada November 2020," kata Iriawan.

Sementara itu, Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja juga mengatakan skuat Ayam Kinantan masih tetap akan melakukan persiapan.

"Program kita tetap bikin, besok dan selanjutnya. Kalau persiapan tetap jalan," katanya.

Pria yang akrab disapa king ini menambahkan, selain persiapan tim, PSMS juga masih terus melakukan perbaikan stadion Teladan. Sebab PSMS akan menjadi tuan tuma grup D menjamu Sriwijaya FC, Semen Padanf, Sulut United, Persekat Tegal dan Persijap Jepara.

"Artinya kami sampai sekarang ini masih on the track lah sesuai dengan schedule," ucap Julius.

Sekadar informasi, kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Liga 1 dan juga Liga 2 telah resmi ditunda lagi pelaksanaanya selama satu bulan hingga November 2020.

Padahal, lanjutan liga 1 semula dijadwalkan akan bergulir kembali pada 1 Oktober sudah di depan mata. Sedangkan untuk liga 2 baru akan mulai kick off pada 17 Oktober mendatang. Namun keputusan penundaan telah dikeluarkan.

Keputusan itu pun diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dalam konferensi pers yang juga dihadiri oleh Menpora, Zainudin Amali, di Kantor Kemenpora RI, Selasa (29/9/2020) siang.

Mochamad Iriawan mengatakan keputusan menunda Liga 1 dan Liga 2 sampai November tidak lepas dari kebijakan yang dikeluarkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terkait izin keamanan.

Sebelumnya, pada Senin kemarin (28/9/2020), Polri memutuskan tidak akan memberi izin keramaian dalam berbagai tingkatan terkait pelaksanaan liga Indonesia. Kebijakan ini diambil terkait situasi pandemi virus corona (covid-19) di Indonesia yang belum membaik.
Ketum PSSI, M Iriawan pun mengatakan menghormati keputusan Polri tersebut.

"Menyikapi hal ini, PSSI menghormati dan memahami keputusan Mabes Polri. Pertimbangan keamanan, keselamatan, dan kemnanusiaan paling utama," kata Iriawan.

Ia pun berharap pandemi virus corona di Indonesia bisa membaik dalam satu bulan ke depan sehingga Liga 1 dan Liga 2 bisa dilanjutkan pada November 2020.

"PSSI memohon untuk menunda kompetisi selama satu bulan. Jika dimulai November, kompetisi akan sesuai dan selesai pada Maret. Kalau Desember, akan mundur lagi, April sudah Ramadhan sementara Mei sudah memasuki persiapan Piala Dunia U20 2021," ujar Mochamad Iriawan.

"Kami mohon satu bulan agar bisa menggulirkan kompetisi kembali. Jika tidak, satu generasi tahun ini akan kesulitan," kata mantan Kapolda Jawa Barat dan Metro Jaya ini.

(Can/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved