Guguran Lava Gunung Sinabung Bisa Terjadi Enam Kali Dalam Sehari

Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Tanahkaro akhir-akhir mulai meningkat

Editor: Array A Argus
Ist/Pos PGA Sinabung
Aktivitas Gunung Sinabung hari ini, Kamis (10/9/2020) dilihat dari Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Kabupaten Karo. 

TRIBUN-MEDAN.com,SIMPANGEMPAT-Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Tanahkaro kembali meningkat.

Pada pukul 13.17 WIB, gunung memunculkan guguran lava sejauh 1.000 meter.

Dari keterangan Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Sinabung Nugraha Kartadinata, guguran lava ini mengarah ke Tenggara dan Timur gunung.

Baca juga: Harimau yang Berkeliaran di Sepanjang Gunung Sinabung dan Hutan Tahura Sudah 3 Kali Bertemu Manusia

"Aktivitas guguran lava ini sudah terekam beberapa kali.

Namun ini yang cukup besar," kata Nugraha, di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Kamis (15/10/2020).

Dari amatan tribun-medan.com, secara visual Gunung Sinabung masih tertutup oleh kabut di bagian puncaknya.

Di sela-sela kabut, juga terlihat seperti kepulan asap pekat yang diduga bekas guguran lava yang meluncur di badan gunung.

"Setiap hari bisa ada empat sampai enam kali, sering kali gugurannya itu tidak terlihat secara visual karena gunung sering kali tertutup oleh kabut," kata Nugraha.

Baca juga: Umat Lintas Agama Berdoa Minta Gunung Sinabung Tenang

Ia mengatakan, adapun penyebab utama terjadinya guguran lava ini diduga karena kubah lava yang ada semakin tidak stabil.

Menurut Nugraha, untuk longsoran dari kubah lava juga terpantau belum terlalu besar, sehingga masih menimbulkan dampak berupa guguran lava.

Namun, kata dia, jika nantinya kubah lava semakin tidak stabil dan longsoran semakin membesar, dikhawatirkan akan menimbulkan terjadinya awan panas guguran.

"Guguran ini terjadi karena kubah lava di atas sudah cukup besar, dan karena tidak stabil dia mulai longsor sedikit demi sedikit,

inilah yang menimbulkan guguran lava. Nah, kalau longsorbya besar, itulah yang menjadi awan panas," ungkapnya.

Baca juga: Sempat Terekam Gempa, Pengamat Sebut Tak Berpengaruh Terhadap Aktivitas Gunung Sinabung

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini aktivitas Gunung Sinabung terpantau siklusnya sudah seperti yang terjadi pada tahun 2013 dan tahun 2018 lalu.

Dirinya mengatakan, pertumbuhan kubah lava sampai saat ini memang masih belum dapat terpantau secara jelas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved