Breaking News:

47 Hari Jelang Pilkada di Sumut

Internal Golkar Binjai Bergejolak, 3 Kader Dipecat karena Enggan Dukung Juliadi-Amir

Kesolidan internal Partai Golongan Karya (Golkar) mulai retak di pertengahan jalan menuju Pilkada Binjai 2020.

Tribun-Medan.com/Dedy Kurniawan
Bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai, Juliadi-Amir Hamzah ketika mengantar syarat pencalonan ke KPU Binjai. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI- Internal Partai Golongan Karya (Golkar) mulai bergejolak di pertengahan jalan menuju Pilkada Binjai 2020.

Tiga orang pengurus mendadak diusulkan untuk dipecat karena diduga tidak mau mendukung pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Binjai yang ditetapkan partainya.

Ketiga pengurus dan kader berinisial SDS, HTS dan TF, dianggap telah mengangkangi Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Model B-1 KWK Parpol Nomor: B1 KWK-001/DPP/GOLKAR/VIII/2020 pada 28 Agustus 2020 tentang Persetujuan Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai. Dimana Partai Golkar mengusung Juliadi-H Amir Hamzah.

"Ya memang benar, mereka (tiga yang diusul dipecat) karena alasan tidak mendukung," ujar Sekretaris DPD Golkar Binjai, Taufiq, Jumat (23/10/2020).

Dewan Pimpinan Daerah Kota Binjai mengambil sikap tegas terhadap kader yang tidak mendukung dan memenangkan pasangan calon Juliadi-H Amir Hamzah dengan nomor urut 3. Bahkan, DPD Partai Golkar Kota Binjai mengeluarkan surat bernomor B-17/GK-KB/X/2020 perihal usulan pemberhentian sebagai Pengurus DPD Partai Golkar masa bakti 2020-2025 pada 21 Oktober 2020.

Sejumlah alasan sebagai dasar usulan pemberhentian DPD Partai Golkar Kota Binjai untuk ketiga kader atau pengurus tersebut. Di antaranya, tidak patuh Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Organisasi Nomor 13/DPP/GOLKAR/X/2011 hingga SK DPD Partai Golkar Sumut.

Usulan pemecatan tertera dalam surat yang bersifat penting dari DPD Partai Golkar Kota Binjai. Dan sudah ditembuskan ke DPP dan Mahkamah Partai Golkar serta terhadap yang bersangkutan.

Selanjutnya, ketiga pengurus dan kader ini akan diproses pemecatannya oleh DPD tingkat I. DPD tingkat I yang memutuskan mereka bakal dipecat atau tidak.

"Yang memutuskan DPD tingkat I. Golkar ini ketika keputusan partai ditetapkan partai maka harus dilaksanakan oleh kader. Apabila tidak dilaksanakan maka berlaku ketentuan organisasi. Kami DPD tingkat II mengusulkan, yang memberhentikan DPD tingkat I," tegas Taufiq.

Taufiq juga menegaskan, bahwa usulan pemecatan ini sebagai langkah tegas partai. Untuk itu DPD Partai Golkar Kota Binjai mengimbau agar seluruh kader, pengurus hingga sayap partai melaksanakan ketetapan dari DPP Partai Golkar.

"Wajib hukumnya melaksanakan amanat partai. Dalam hal ini menyangkut memenangkan Paslon Juliadi-Amir. Apabila kedapatan tidak melaksanakan, maka sanksinya pemecatan," pungkasnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved