Mengingat Guyonan Gus Dur yang Jenaka, Tetapi Tetap Penuh Makna, Di Antaranya Menyindir Pemuka Agama

Guyonan KH Abdurrahman Wahid itu memang bikin tertawa dan 'menyentil' hati.

Editor: AbdiTumanggor
instagram @ipangwahid
Potret Almarhum Gus Dur dan Gus Sholah. 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Guyonan Gus Dur semasa hidup kerap menjadi perbincangan publik. Bahkan pada Rabu (11/11/2020) nama Gus Dur sempat masuk dalam urutan trending topik di Twitter. 

Guyonan KH Abdurrahman Wahid itu memang bikin tertawa dan 'menyentil' hati.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid, mengatakan, sosok Gus Dur memang kerap menjadi inspirasi dan dikenal sebagai pejuang kesetaraan hak di antara suku, ras, serta agama di Indonesia.

Namun, di balik sosok itu, ternyata Gus Dur juga merupakan sosok yang jenaka dan sering melontarkan guyonan bernada satire.

Humor-humor dalam hidup ayahnya adalah metode untuk menjaga kewarasan manusia di tengah pahitnya realita.

Gus Dur tidak hanya menggunakan humor sebagai metode menjaga kewarasan, tetapi juga alat untuk melontarkan kritik terhadap pemerintahan ataupun kondisi yang terjadi di masyarakat.

"Kalau kritik itu disampaikan secara humor, maka bisa jadi semua orang akan bisa menangkap refleksi yang ada di dalamnya," kata Alissa saat berbincang dengan Kompas.com, Senin (22/6/2020) lalu.

Melalui humor itu, kata Alissa, Raja Arab Saudi pun juga pernah dibuat Gus Dur tertawa. Bahkan, foto raja yang sedang tertawa itu dimuat oleh media massa kala itu.

Alissa menilai ayahnya adalah sosok yang sangat cerdas karena memiliki spontanitas humor yang kaya akan makna.

Ia kemudian sedikit bercerita mengenai beberapa guyonan Gus Dur yang jenaka, tetapi tetap penuh makna.

Sindir pemuka agama

Suatu ketika, Gus Dur bercerita, di depan pintu surga, para pemuka agama tengah menunggu pintu surga dibuka.

Mereka menunggu lama hingga akhirnya terjadi keributan di antara mereka tentang siapa sebetulnya umat yang akan dipilih oleh Tuhan untuk masuk surga. Namun, pintu surga tak kunjung terbuka.

Lalu datang seorang yang berpakaian lusuh, jalannya agak sempoyongan kelihatannya mabuk, tetapi pintu surga langsung terbuka.

Malaikat mempersilakan orang itu masuk dan pintu surga tertutup lagi. Para pemuka agama protes, dan minta penjelasan dari malaikat.

"Kenapa kok bisa begitu? Kami ini wakil Tuhan di bumi. Kami ini membawa ayat-ayat Tuhan, tetapi kami kok enggak dikasih masuk dari tadi? Sementara ada orang setengah mabuk penampilannya enggak menjanjikan malah langsung masuk," protes para pemuka agama.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved