Mengingat Guyonan Gus Dur yang Jenaka, Tetapi Tetap Penuh Makna, Di Antaranya Menyindir Pemuka Agama

Guyonan KH Abdurrahman Wahid itu memang bikin tertawa dan 'menyentil' hati.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
instagram @ipangwahid
Potret Almarhum Gus Dur dan Gus Sholah. 

"Nanti kita diskusinya dalam bahasa Arab, karena di sini ada intel," kata Gus Dur dalam sambutannya menggunakan bahasa Arab.

Setelah itu, acara diskusi pun benar-benar dilanjutkan menggunakan bahasa Arab.

Si intel kemudian pulang dan melapor kepada komandannya.

"Tadi membicarakan apa?" tanya komandan kepada si intel.

"Tidak ada diskusi komandan, para kiai itu hanya saling mendoakan," jawab si intel.

Alissa mengatakan, humor ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi Gus Dur yang dikemas menjadi humor.

Gus Dur diminta mundur dari presiden

Suatu ketika, Gus Dur bercerita bahwa dirinya pernah diminta mengundurkan diri dari kursi kepresidenan.

"Saya maju sendiri saja susah harus dituntun, ini disuruh mundur," jawab Gus Dur.

Humor celana dalam

Suatu ketika, Gus Dur tengah berkuliah di Mesir. Ia berada di satu rumah kost di area mahasiswa Indonesia.

Di sana, ada seorang mahasiswa baru datang dari Indonesia dan mereka melakukan sowan ke senior-seniornya, termasuk pada Gus Dur dan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.

"Siapin wedang," kata Gus Dur kepada Gus Mus.

Gus Mus kemudian memasak air dan Gus Dur masuk ke dalam kamar, lalu keluar dengan membawa celana dalam.

Gelas air yang dibawa Gus Mus dilap menggunakan celana dalam oleh Gus Dur di depan mahasiwa baru.

Mahasiwa itu kebingungan dan merasa tidak enak jika tidak meminum air yang disediakan seniornya walaupun gelas itu telah dilap menggunakan celana dalam.

Akhirnya, air itu tetap diminum oleh mahasiswa baru.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved