Breaking News:

Jembatan Ambruk Makan Korban

Tim SAR Masih Cari Pekerja Asal Pasuruan yang Hanyut Usai Kecelakaan di Jembatan Amblas

Dalam kejadian ini, Imam Hanafi masih dinyatakan hilang terseret arus sungai dan Alvian berhasil menyelamatkan diri. 

TRIBUN MEDAN/ARJUNA
TIM Basarnas Deli Serdang mencari korban kecelakaan yang hanyut di jembatan ambruk di Jalan Rambutan, perbatasan Percut Seituan dan Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Minggu (13/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -Tim Basarnas Deli Serdang masih mencari korban kecelakaan yang hanyut di jembatan ambruk di Jalan Rambutan, perbatasan Percut Seituan dan Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Minggu (13/12/2020).

Pencarian dilakukan menggunakan satu unit perahu karet.

Korban adalah Imam Hanafi (20) asal Pasuruan dan Alfianto (20) asal Malang (20). Dalam kejadian ini, Imam Hanafi masih dinyatakan hilang terseret arus sungai dan Alvian berhasil menyelamatkan diri. 

Pimpinan Basarnas Deliserdang, Rizal Rangkuti yang melakukan pencarian mengatakan telah menurunkan empat perahu karet di sepanjang jatuhnya korban. "Empat perahu dengan personel 12 orang sekaligus telah kami turunkan menyisir sungai," terang Rizal. 

Kata Rizal, pencarian akan terus dilakukan hingga petang nanti. Sesuai peta lokasi, kedalaman sungai rata-rata dua meter, namun memiliki arus yang lumayan deras. 

Kondisi dasar sungai, kata Rizal cukup berlumpur, sehingga satu perahu mesin khusus digunakan melintas dengan berulang.

Pengendaraan perahu melintas berulang, memungkinkan mengurai lumpur apabila korban terbenam. 

Sesuai informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com di lapangan, kejadian tersebut bermula saat dua korban melintas dari jembatan penghubung kecamatan Percut Sei Tuan dan Tanjung Morawa. Padahal, kondisi jembatan sudah sedang putus sejak Kamis 10 Desember lalu. 

Baca juga: Pemotor Korban Jembatan Ambruk Hanyut di Parit 12, Basarnas Deliserdang Turunkan 12 Personel

Rekan sekerja korban di Indomaret sekitar Tanjung Morawa yang diwawancarai Tribun-Medan.com mengatakan, kejadian bermula ketika keduanya hendak membeli serapan pagi-pagi. "Pas tadi pagi, jam 5 subuh mereka pergi dari Indomaret. Setahu kami habis ngopi-ngopi," ujar rekan korban yang enggan menyebutkan nama. 

Pria bertubuh gemuk ini mengatakan, Imam hanyut akibat melanggar rambu peringatan jembatan rusak. Imam pergi bersama Hanafi, dan di tengah jalan mereka bergantian mengendarai. 

Kemudian melintas dari jembatan putus tersebut. Mereka mengendarai sepeda motor Honda Tiger BK 4491 dan ketika melewati jembatan penghubung tersebut tiba-tiba tercebur dikarenakan dengan kecepatan tinggi dengan lampu sorot yang tidak begitu terang.

Keduanya sudah setahun bekerja di Indomaret sekitar Tanjung Morawa tersebut. "Sudah setahun juga mereka bekerja dan ngekos bersama," tuturnya.(jun/tribun-medan. com) 

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved